Pemko dan DPRD Sawahlunto Sepakati KUPA dan PPAS-P APBD-P 2019

Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS-P APBD-P Sawahlunto 2019
Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS-P APBD-P Sawahlunto 2019 (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto secara prinsip telah membahas dan menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) APBD-P Kota Sawahlunto tahun 2019.

"Ini akan dijadikan pedoman dalam penyusunan Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2019," katanya usai Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS-P APBD-P Kota Sawahlunto, Rabu 17 Juli 2019.

Ia menambahkan, secara garis besar telah disepakati antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan DPRD Kota Sawahlunto yang terdiri dari perkembangan makro ekonomi tahun 2018 diperkirakan sebesar 5,78 persen dan proyeksi tahun 2019 sebesar 5,80 persen. Kemudian produk domestik regional bruto (PDRB) tahun 2018 diperkirakan sebesar Rp3,470 miliar lebih, proyeksi tahun 2019 sebesar Rp3,656 miliar. Selanjutnya, PDRB perkapita tahun 2018 diperkirakan Rp55,81 juta dan proyeksi tahun 2019 58,24 juta.

Baca Juga

Sementara itu, untuk Pendapatan Daerah pada KUPA tahun 2019 ditarget pendapatan daerah Rp652,631 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp57,492 miliar, dana perimbangan Rp510,905 miliar, lain-lain pendapatan yang sah Rp84,234 miliar.

"Belanja daerah pada PPAS perubahan tahun 2019 sebesar Rp685,680 miliar yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp326,063 miliar sekitar 47,55 persen dari total belanja. Belanja langsung sebesar Rp359,618 atau sekitar 52,45 persen dari total belanja daerah," ujarnya.

Deri melanjutkan, dalam pembiayaan daerah pada KUPA dan PPAS-P tahun 2019, rencana penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp41,236 miliar yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun 2019 sebesar Rp4,848 miliar, penerimaan kembali pemberian pinjaman Rp12,695 miliar dan perkiraan SILPA tahun berkenan Rp23,692 miliar.

Sedangkan rencana pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp8,187 miliar yang direncanakan untuk penyertaan modal dan investasi daerah dan pembayaran pokok hutang kepada Bank Dunia, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp33,048 miliar.

"Selama pembahasan rancangan KUPA dan PPAS-P APBD 2019 tentu berlangsung diskusi yang cukup alot dan mendalam dalam menghasilkan KUPA dan PPAS-P APBD 2019 benar-benar efektif dan efisien dan mencapai sasaran," tuturnya.

"Untuk mendapatkan itu, tentunya tidak bisa dibahas dalam waktu singkat dan harus dilakukan melalui pembahasan cermat dan mendalam sampai akhirnya disepakati sebagai pagu anggaran indikatif yang bersifat sementara. Sedangkan Anggaran definitif ditetapkan dalam APBD-P tahun 2019," pungkasnya kemudian.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Sawahlunto Adi Ikhtibar mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai RAPBD-P Kota Sawahlunto tahun anggaran 2019. "Kita pastikan ini akan ketuk palu dari Ranperda ke Perda sebelum tanggal 12 Agustus 2019," katanya.(*)

Editor: Muhammad Haikal