Jelang Idul Adha, Ini Cara Disnakeswan Pessel Pastikan Kelayakan Hewan Kurban

"Disnakeswan memastikan kesehatan ternak yang dijual hingga mencegah penyebelihan hewan produktif untuk dijadikan kurban."
Ilustrasi Pemotongan hewan kurban usai Idul Adha di Pessel (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap jual beli hewan ternak jelang Idul Adha tahun ini.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pessel, Yosro mengungkapkan, pemantauan sudah mulai dilakukan sejak dua minggu belakangan. Diantaranya, Disnakeswan memastikan kesehatan ternak yang dijual hingga mencegah penyebelihan hewan produktif untuk dijadikan kurban.

"Ini kita sosialisasi ke pengurus mesjid dan musala atau panitia kurban, serta kepada pengumpul ternak yang kita data di seluruh kecamatan," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

Ia menyebutkan, larangan penyembelihan betina produktif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Di mana sesuai pasal 18 ayat (4), menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Sementara dalam pasal 86, diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

"Kami harapkan tidak hanya saat Idul Adha saja. Tetapi, luar dari momen lebaran Idul Adha hal itu sudah kami wanti-wanti. Salah satunya dengan sosiliasasi,"ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai kebutuhan dengan populasi yang ada, pihaknya menargetkan untuk persedian kurban tahun ini sebanyak 4000 ekor, dan jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

"Tahun lalu sekitar 3.787 ekor, dan jika meningkat tahun ini tidak akan jauh berbeda," tutupnya.(Kiki Julnasri)