Trase Terakhir, Harga Tanah Ganti Untung Tol Padang-Pekanbaru Mencapai Rp1,3 Juta

"Sebelumnya pada STH nol sampai 400 harga berkisar Rp300" ribu, sekarang mencapai Rp1 juta bahkan Rp1,3 juta"
Kerangka tol Padang-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengklaim persoalan tol Padang-Pekanbaru sudah tuntas dan clear. Mulai dari trase, hingga persetujuan masyarakat untuk pembebasan lahan.

"Boleh dikatakan clear, sudah ada pernyataan persetujuan dari Ninik Mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Walinagari, dan Camat," ujarnya, Jumat, 19 Juli 2019.

Walaupun begitu jelasnya, pihak pelaksana proyek PT. Hutama Karya meminta persetujuan pemilik lahan sehingga tidak ada lagi persoalan saat dilakukan pengerjaan.

"Pernyataan persetujuan pemilik lahan akan saya selesaikan dalam minggu ini," ujarnya.

Menurutnya, pada dasarnya masyarakat setuju, sebab harga terbaru dari tim appraisal mencapai Rp 1.300.000 ribu permeter.

"Sebelumnya pada STH nol sampai 400 harga berkisar Rp300" ribu, sekarang mencapai Rp1 juta bahkan Rp1,3 juta," terang Ali Mukhni.

Dilanjutkannya, terkait tiga kali ganti trase, sudah setujui oleh kementerian PUPR dan merupakan trase terakhir. "Kementerian sudah setuju, sekarang kami tunggu SK gubernur untuk dilaksanakan pembebasan lahan," ujarnya.

Menurutnya, kemajuan luar biasa terjadi dalam proses pembangunan tol Padang-Pekanbaru. Bahkan Ali Mukhni mengklaim tol dari nol hingga Tarok City telah selesai.

"Ini marwah Sumbar, Tol Padang-Pekanbaru jangan sampai gagal," tukasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya banyak terjadi penolakan dari masyarakat soal ganti rugi tanah yang murah, kemudian dilanjutkan dengan protes masyarakat soal trase yang akan berdampak kepada ratusan rumah warga, tanah ulayat dan fasilitas umum. 

Bahkan, sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2018 lalu, tol Padang-Pekanbaru belum terlihat progresnya. Hanya pada titik tertentu yang sudah ada kerangka tol yang dibuat Hutama Karya. (*)