Indra Catri Imbau Jangan Ada Lagi Dikotomi di Tengah Masyarakat Agam

"Menurut bupati, hal itu dapat merusak sendi dan tatanan masyarakat Kabupaten Agam yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan dengan filsafat "Basamo Mangko Manjadi"."
Bupati Agam Indra Catri bersama pelaku sejarah Lubuk Basung (AMC)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Bupati Agam Dr. H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, menyerukan agar tidak ada lagi istilah Agam Barat dan Agam Timur yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

"Jangan ada lagi dikotomi (dua hal berbeda yang sulit disatukan) antara Agam wilayah barat dan timur," demikian ditegaskan Bupati Agam dalam sambutannya saat memimpin upacara HUT Kepindahan Ibu Kota Kabupaten Agam ke Lubuk Basung ke-26, Jum'at 19 Juli 2019 di halaman kantor bupati setempat.

Menurut bupati, hal itu dapat merusak sendi dan tatanan masyarakat Kabupaten Agam yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan dengan filsafat "Basamo Mangko Manjadi".

Bupati mengambil contoh kecemburuan sosial yang terjadi. Ketika pembangunan jalan sekitar 12 kilometer di Kecamatan Banuhampu (Agam wilayah timur), bagi masyarakat Agam wilayah barat sangat tampak hasil dari pembangunan tersebut.

Sementara itu, bagi masyarakat Lubuk Basung (Agam wilayah barat) jalan sepanjang 100 kilometer yang sudah dibangun tidak begitu terlihat pembangunannya. Padahal, jelas bupati, permasalahannya adalah disebabkan karena Ibu Kota Lubuk Basung memiliki luas yang besar dengan jumlah penduduk terbanyak, jadi tidak begitu terasa dampaknya.

"Begitu sebaliknya ketika saya membangun di Lubuk Basung. Sungguh aneh tapi itu adanya. Oleh sebab itu, mari hilangkan istilah dikotomi tersebut. Jadikan keberagaman kultur dan topografi menjadi satu kesatuan yang padu demi pemerataan pembangunan Kabupaten Agam di masa mendatang," ajak bupati. (rel)