Masyarakat Tiga Nagari Persiapan di Pasbar Harapkan Kelanjutan Pembangunan Jalan dan Jembatan

lokasi penyeberangan di Suak Maligi
lokasi penyeberangan di Suak Maligi (Ist/Pj Walinagari Persiapan Maligi, Dendi Hardiman)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Masyarakat di tiga Nagari persiapan di sepanjang pantai barat Kabupaten Pasaman, Barat Sumbar, yakni Nagari Persiapan Maligi, Nagari Persiapan Sikilang dan Nagari Persiapan Ranah Koto Tinggi (Kampung Sikabau) membutuhkan perbaikan jalan dan pembangunan jembatan.

Hal itu Mengingat ketiga nagari persiapan tersebut menggantungkan akses jalan sebagai urat nadi ekonomi dan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Menurut Penjabat Walinagari Persiapan Maligi Dendi Hardiman, kebutuhan yang paling utama itu dilanjutkannya pembangunan jembatan penyeberangan di suak maligi dan dibangunnya jembatan di Bancah Galinggang.

Baca Juga

Sebab, kedua jembatan itu sebagai pintu masuk untuk menuju ketiga nagari yang ada disepanjang pantai barat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). "Jika jembatan itu sudah ada, tentu akses perekonomian masyarakat daerah sekitar lebih mudah dan lancar," sebut Dendi, Selasa (23/7).

Selain butuh pembangunan jembatan, masyarakat juga butuh perbaikan jalan, karena jalan yang selalu dilalui jauh dari kata layak untuk ditempuh kendaraan. Saat ini, masyarakat harus melewati jalan pasir. Pengendara roda dua harus mengendarai kendaraannya di jalan pasir. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, hanya bisa melalui kendaraannya diwaktu-waktu tertentu.

Disamping itu, jika air pasang laut naik, warga terpaksa menggunakan perahu penyeberangan didua lokasi yakni di suak maligi dan di bancah galinggang, tentu mereka harus merogoh kocek nya sekitar lima ribu rupian setiap sekali penyebarangan yang dilakukan.

Masyarakat mengaku kebutuhan pembangunan jembatan didaerah suak, pembangunan jembatan Bancah Galinggang dan perbaikan jalan disepanjang maligi sangat mendesak, karena mengingat mobilitas masyarakat hari kehari semakin meningkat.

Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat disepanjang pantai barat itu telah meminta pemerintah daerah setempat untuk melanjutkan pembangun jembatan disuak dan membangun jembatan di bancah galinggang serta perbaikan jalan menuju kampung mereka.

"Namun hingga saat ini hanya berupa tiang-tiang dasar yang berdiri di suak maligi, itu pun sudah hampir hilang tertimbun pasir. Hingga kini kita belum ada mendengar pembangunan jembatan itu dilanjutkan," ungkap Dendi.

Dendi menjelaskan, maligi merupakan gerbang masuk untuk menuju sejumlah daerah lain di pantai barat Pasaman Barat. Khusus Nagari persiapan maligi, terdapat 1.200 kepala keluarga yang menggantungkan akses jalan sebagai urat nadi perekonomian dan pendidikan anak-anak mereka.

Tentu akibat jalan yang sulit dilalui, menjadi alasan turunnya harga jual hasil bumi mereka dan berakibat naiknya harga sembako serta barang lainnya yang masuk ke daerah maligi dan daerah sekitarnya," jelasnya.

Kata Dendi, masyarakatnya berharap, adanya kelanjutan pembangunan jembatan suak dan dibangunnya jembatan di Bancah galinggang serta adanya dalam waktu dekat dilakukan perbaikan jalan, terutama jalan lintas menuju kampung maligi.

Selain berharap untuk pembangunan jembatan dan perbaikan jalan. Masyarakat pun meminta pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, untuk menaikkan taraf perekonomian mereka.

"Mereka ingin diperhatikan dan prioritaskan, baik dalam pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia dan dalam bidang pendidikan," tutup Dendi. [Irfan Pasaribu]

Editor: Eko Fajri