Dituduh Berbuat Asusila, Wali Nagari Sungai Liku Pelangai Laporkan Warganya ke Polisi

Masyarakat segel Kantor Wali Nagari Sungai Liku
Masyarakat segel Kantor Wali Nagari Sungai Liku (net)

PESSEL, KLIKPOSITIF--Darmawan, Wali Nagari Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat melaporkan sejumlah warganya kepada pihak yang berwajob. Pelaporan ini berawal dari tuduhan warga yang menyebut Darwaman telah melakukan perbuatan asusila yang berujung penghentian sementar Darmawan sebagai Wali Nagari.

Darmawan menilai hal tersebut merupakan pencemaran nama baik dan ia mengaku tidak bersalah, lantas membuat laporan. Dia mengungkapkan, pelaporan tersebut dilakukan setelah selang aksi penyegelan kantornya, Senin 22 Juli 2019 kemarin. Ia melaporkan sejumlah warga yang diduga menjadi provokator semua kejadian itu.

"Upaya sekarang saya menuntut balik, saya laporkan ke polisi. Bahwasanya nama baik saya sudah dicemarkan," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF.

Baca Juga

Ia menjelaskan, adanya perbuatan asusila yang telah dituduhkan kepada didirinya itu hanya kepentingan politik saja. Sebab, provokasi dari kejadian tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan politik dan berlawan dengannya. "Ini lawan politik semuanya. Jadi hal ini tidak benar dituduhkan kepada saya," katanya.

Baca: Dituduh Berbuat Asusila, Wali Nagari Sungai Liku Pessel Diberhentikan Sementara

Menurutnya, adanya tuduhan asusila tersebut bermula dengan pertemuannya denagn seorang perempuan. Saat itu ia sempat bertemu dengan perempuan tersebut, namun saat itu tidak ada perbuatan lain selain tegur sapa karena kebetulan bertemu.

"Itu kejadiannya tanggal 7, kebetulan saat itu saya ingin melihat rumah layak huni. Jadi berpapasan dengan saya. Saya sapa, setelah itu saya langsung ke rumah layak huni," kata Darmawan.

Pertemuan dengan perempuan tersebut terjadi sekitar pukul 19. 30 WIB malam. Ketika bertemu si perempuan mengaku sedang mengatarkan suaminya mencari ikan. "Saya tegur, sudah malam. Ia mengatakan, ia mengatarkan suami memasang jaring . Tapi, suaminya tidak tampak di lokasi," ujarnya.

Darmawan menjelaskan terkait adanya rekaman perempuan yang mengaku telah melakukan asusila dengan dirinya adalah rekayasa. Sebab, si perempuan dinilai telah diintimidasi atau dipaksa untuk mengaku terkait hal yang dituduhkan.

"Rekaman itu mamaknya yang merekam sendiri. Ia diintrogasi mamaknya, diminta mengaku, bisa jadi ditekan karena ia (si mamak) lawan politik dengan saya," ujarnya.

Sesuai laporan polisi yang dimiliki Darmawan, bernomor Pengaduan Nomor : LP/36/VII/2019/Sbr-Res Pessel-Sek-Rp, tanggal 22 Juli 2019 dengan pelaporan tindak pidana pencemaran nama baik.

Kiki Julnasri Priatama

Editor: Ramadhani