Dibatalkan Jadi ASN, Dokter Penyandang Disabilitas Ini Mengadu ke LBH Padang

"Dokter Gigi ini mengaku dirinya batal jadi ASN hanya gara-gara dirinya seorang penyandang disabilitas"
Dokter Romi Sopfa Ismael saat mendatangi LBH Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Seorang dokter penyandang disabilitas di Sumatera Barat mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang pada Selasa 23 Juli 2019 sekitar pukul 10.00 WIB.

Dokter Romi Sopfa Ismael mengadukan nasibnya yang cukup tragis karena dibatalkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut berawal saat dirinya mengikuti tes CPNS pada Desember 2018 lalu sebagai Dokter Gigi di daerah Solok Selatan (Solsel) - Sumbar.

"Saya lulus dengan nilai terbaik saat mengikuti tes CPNS, tetapi tiba-tiba status saya sebagai ASN dibatalkan karena alasan saya disabilitas," ujarnya.

Surat pembatalan yang ia terima dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sontak membuatnya terkejut. Ia berusaha untuk mengkonfirmasi pembatalan pengangkatannya sebagai ASN tersebut.

"Saya sudah mengkonfirmasi terkait pembatalan itu, saya sudah melaporkan kepada Ombudsman dan saat ini saya meminta agar LBH Padang mendampingi saya dalam proses hukum yang akan saya jalani nantinya," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya akan menggugat Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) agar haknya dikembalikan sebagai ASN.

"Nanti kami akan melaporkan ke PTUN dan mudah-mudahan saya mendapatkan keadilan di mata hukum nantinya," lanjutnya.

Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki berkas serta bukti-bukti untuk dibawa ke PTUN.

"Kami sudah memiliki bukti-bukti untuk dibawa ke persidangan nantinya. Ada beberapa berkas seperti Surat pembatalan dan surat kelulusan tes CPNS," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengajuan proses hukum nantinya ke PTUN pada akhir bulan Juli 2019 ini.

[Halbert Caniago]