Ini Komentar Dinas PU Pessel Terkait Perbaikan Jembatan di Koto Salapan Palangai

Kondisi jembatan gantung di Nagari Koto Salapan Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir
Kondisi jembatan gantung di Nagari Koto Salapan Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat akan mengupayakan perbaikan jembatan gantung di Nagari Koto Salapan Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir pada 2020 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga, PU Pesisir Selatan, Digdian Budiman mengatakan, sementara ini untuk memperlancar akses, pihaknya melakukan pemeliharaan, diantaranya mengganti lantai kayu yang sudah lapuk serta perbaikan rehab lainnya.

"Sementara waktu, kita perbaiki dengan pemeliharaan. Diantaranya untuk mempelacar transportasi masyarakat," katanya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF.

Baca Juga

Sementara itu, sesuai usulan nagari atau permintaan masyarakat, pihaknya baru bisa mengupayakan tahun 2020. Sebab, usulkan perbaikan tersebut tidak masuk dalam rencana kerja (Renja) 2019.

"Kalau pakai plat, kita upayakan masuk di Renja 2020. Tapi tergantung kesiapan APBD kita nanti," sebutnya.

Ia berharap, masyarakat untuk bisa bersabar sampai penggantian jembatan itu dilaksanakan. Sedangkan untuk pemeliharan akan segera dilaksanakan mulai Agustus 2019 ini.

"Paling lambat di Agus sudah mulai. Sementara ini baru pemeliharan yang bisa kita lakukan. Kami berharap masyarakat bisa bersabar," pungkasnya.

Wali Nagari Koto VIII Palangai, Safridul menyebutkan, jembatan tersebut kembali rusak parah sejak delapan bulan belakangan, setelah dua tahun sebelumnya pada 2016 pernah diperbaiki melalui dana aspirasi dewan.

"Dua tahun lalu perbaikannya dari dana aspirasi anggota DPRD Sumbar. Setelah dua tahun itu, sekarang rusak kembali," sebut Syafridul kepada KLIKPOSITIF.

Dia menjelaskan, jembatan tersebut tepat berada di Kampung Koto VIII Mudiek dan saat ini sehari-hari digunakan hampir sebanyak 700 kepala keluarga sebagai akses utama, baik akses sekolah maupun untuk ke lokasi perkebunan.

Selain itu, warga di Nagari Koto VIII tepatnya Kampung VIII Mudiek, juga ada warga dari tetangganya yang melintasi. “Jembatan gantung satu-satunya akses utama bagi masyarakat Nagari Koto Salapan Menuju Nagari Sungai Liku. Kalau jembatan tidak bisa lagi dilalui, maka akses kami terisolir," jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah mengakui, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke pemerintah kabupaten melalui proposal. Sebab, dengan kondisi tersebut nagari tidak memiliki anggaran besar dan kewenangan tersebut menurutnya berada pada kabupaten.

"Belum lama ini saya sudah masuk proposal ke Bidang Bina Marga, mudah-mudahan saja cepat terealisasi," ungkapnya.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R | Editor: -