Hati-Hati, Semblih Sapi Betina Bisa Dipenjara Tiga Tahun

"Dalam Undang-undang tersebut jelas tertulis setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif"
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Bagi Umat Islam, melaksanakan kurban termaksud salah satu ibadah di hari Raya Idul Adha. Sapi adalah hewan pilihan yang jamak dijadikan hewan kurban. Berkenaan dengan itu masyarakat harus waspada, menyemblih sapi sembarangan bisa dipidana.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril, saat menjawab KLIKPOSITIF, Rabu 24 Juli 2019.

"Hati-hati, sapi betina produktif jangan dipotong, bisa berurusan dengan pidana, karena undang-undangnya mengatur demikian," kata Dasril saat ditemui.

Lebih lanjut dijelaskannya, pelarangan menyemblih sapi betina produktif dapat dilihat dalam Undang-undang Nomor 41 tahun 2014, tentang pertenakan dan kesehatan hewan, pasal 18 ayat (4).

"Dalam Undang-undang tersebut jelas tertulis setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif," sebutnya.

Bahkan, kata Dasril lagi, jika melanggar akan dikenakan sanksi kurungan penjaran paling lama 3 tahun, paling sedikit 1 tahun.

"Sanksi penjara tersebut tertuang dalam pasal 87 UU, yang mengatur sanksi bagi orang yang menyemblih sapi ternak ruminansia besar dan betina produktif, " ungkapnya.

Tak hanya itu, sebut dia lagi, selain kurungan penjara denda paling sedikit senilai Rp100 juta, paling banyak Rp300 juta.

"Mengacu pada UU tersebut, maka kami bertugas mengawasi penyemblihan hewan tersebut. Tidak hanya sektor masyarakat, RPH juga kami awasi, " katanya. (Rehasa)