"Sedekah Bumi", Tradisi Etnis Jawa yang Masih Bertahan di Solok Selatan

"Kegiatannya setiap tahun sebelum Idul Adha, dan ini sudah dilakukan turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya,"
Arak-arakan Gunungan Hasil Bumi Masyarakat Bukit Malintang (Kaka/KLIKPOSITIF)

SOLOK SELATAN, KLIKPOSITIF -- Sudah 74 tahun Masyarakat Etnis Jawa di Bekas Desa Suka Bumi Jorong Bukit Malintang, Bukit Malintang Barat dan Utara Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir Solok Selatan-Sumatera Barat tetap eksis menggelar kegiatan rutin Sedekah Bumi.

"Kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 74 tahun secara bergotong royong, hanya dengan swadaya masyarakat" kata Ketua Panitia Sedekah Bumi Masyarakat Bukit Malintang, Juanda di Padang Aro, Minggu 28 Juli 2019.

Ia mengungkapkan saat ini panitia kegiatan tersebut bukan hanya etnis Jawa tetapi juga Minang, Kerinci dan Batak.

"Kami bersyukur kegiatan ini dapat diterima dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat yang berdomisili di Jorong Bukit Malintang Eks desa Suka Bumi ini," ujarnya.

Ia melanjutkan kegiatan yang dilakukan selama lima hari di bulan Zulqaidah tersebut  meliputi majlis taklim, tahlilan, do'a, mengarak gunungan hasil bumi, serta pentas kesenian.

"Kegiatannya setiap tahun sebelum Idul Adha, dan ini sudah dilakukan turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya," jelasnya.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, panitia menghabiskan biaya Rp 30 juta, dengan persiapan selama satu bulan. 

"Tanpa semangat masyarakat kegiatan ini tidak mungkin terlaksana, karena ekonomi tidak menentu, sedangkan donatur kadang ada kadang tidak," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melirik kegiatan Sedekah Bumi tersebut dan memasukkan dalam agenda pariwisata.

"Rutin selama 74 tahun sedekah bumi ini kami laksanakan, semoga pemerintah daerah bisa menjadikannya sebagai agenda pariwisata," pungkasnya. (Kaka)