Pilkada Sumbar 2020, Koalisi Gerindra - PDI Perjuangan Memungkinkan Terjadi

"Dalam politik bisa saja terjadi, apalagi rekonsolidasi sudah terjadi, kita tidak ada lagi 01 dan 02,"
Wagub Sumbar Nasrul Abit usai Konfercab dan Konferda PDI-P se Sumbar di Hotel Mercury Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Banyak Kepala Daerah yang hadir dalam Konfercab dan Konferda PDI-P se Sumbar di Hotel Mercury Padang, Minggu, 28 Juli 2019. Termasuk Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang juga Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat.

Usai kegaitan, dalam sesi wawancara, Nasrul Abit mengaku koalisi Gerindra dengan PDI-P bisa saja terjadi. Sebab menurutnya politik sangat dinamis dan ada dipengaruhi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Dalam politik bisa saja terjadi, apalagi rekonsolidasi sudah terjadi, kita tidak ada lagi 01 dan 02," katanya.

Walaupun begitu, Pilgub Sumbar pun masih jauh, pihaknya sedang melakukan tahap negosiasi dan penjajakan.

"Saya punya DPP, tentu kami minta pandangan DPP nantinya," ungkap Nasrul Abit.

Terkait adanya pertemuan Prabowo - Megawati, Nasrul Abit mengaku belum ada arah langsung dari DPP. Namun walaupun belum ada arahan kader bisa membaca sinyal-sinyal itu.

"Arahan langsung belum ada, tapi kader di daerah sudah bisa membaca sinyal itu," sebut Mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

Jika Gerindra memutuskan bergabung dengan pemerintah, Nasrul Abit mengaku sebagai kader akan mengikuti langkah tersebut. apalagi partai berlambang garuda itu sistem komando.

"Mau tidak mau harus ikut sebab begitu mekanismenya dalam partai," tukasnya.

Sementara itu, belajar dari kekalahan telak pada Pemilu 2019 ini, PDI-P akan menyiapkan kader - kader terbaik untuk maju sebagai calon kepala daerah.

"Kami akan siapkan kader terbaik, kemudian kami akan rangkul banyak tokoh serta menjalankan mesin partai untuk merebut simpati masyarakat Sumbar," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada kesempatan yang sama. (*)