Wawako Payakumbuh Bersihkan Puing Pohon yang Menimpa MAN 2

"Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz yang tak mau kegiatan belajar mengajar terganggu akibat bencana tersebut langsung turun bersama jajarannya untuk bergotong royong, memotong dahan pohon yang menimpa lokal, dan membersihkan puing-puing lokal yang rusak."
Wawako Payakumbuh saat membersihkan puing-puing pohon di MAN 2 Payakumbuh, Senin 29 Juli 2019. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz beserta jajaran turun langsung untuk membersihkan puing-puing pohon yang Minggu (28/7) sore menimpa tiga lokal di MAN 2 Payakumbuh.

Hujan badai yang melanda Kota Payakumbuh, Minggu (28/7) sore membuat sejumlah pohon tumbang dan beberapa rumah rusak. Salah satunya pohon durian di samping MAN 2 Payakumbuh yang tumbang dan membuat tiga lokal di sekolah tersebut rusak.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz yang tak mau kegiatan belajar mengajar terganggu akibat bencana tersebut langsung turun bersama jajarannya untuk bergotong royong, memotong dahan pohon yang menimpa lokal, dan membersihkan puing-puing lokal yang rusak.

Dia juga menginstruksikan kepada Kepala Sekolah MAN 2 Payakumbuh untuk segera mengajukan dana perbaikan gedung agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung normal.

"Kepala sekolah bisa membuat perhitungan anggaran untuk diajukan kepada kepala daerah sehingga bisa segera ditangani," ucapnya, Senin (29/7) di sela-sela membersihkan puing-puing pohon.

Menurut Erwin, bencana yang diakibatkan oleh pohon tumbang seperti itu sebetulnya bisa diantisipasi dengan melihat lingkungan dan mengetahui dampaknya. Pohon-pohon yang secara umur sudah riskan harus ditata dan dilakukan peremajaan.

"Kepada dinas terkait kami akan instruksikan untuk mendata pohon-pohon yang usianya sudah cukup tua untuk kemudian dilakukan peremajaan," jelasnya.

Kepala Sekolah MAN 2 Payakumbuh Alex Sandra menerangkan, kejadian yang menimpa sekolahnya tersebut telah dilaporkan kepada pihak terkait untuk ditanggulangi. Dikatakan Alex, dari tiga lokal yang rusak ditaksir kerugian mencapai Rp300 juta.

"Untuk sementara, sebanyak 100 siswa kegiatan belajarnya kami alihkan ke labor, aula, dan Mushala. Karena ini ruang belajar tentu perlu gerak cepat untuk menanggulanginya. Kami berharap bantuan secara moril dan materil dari pemko," ujarnya. ... Baca halaman selanjutnya