Gagal Jadi ASN, Rakor Kementerian Hasilkan Tiga Solusi Kasus Dokter Romi

"Dalam pembahasan tadi, kami fokus kepada kasus Dokter Romi yang gagal menjadi ASN,"
drg Romi bersama kelompok Disabilitas melakukan aksi damai mencari keadilan di Padang (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak telah membahas terkait kasus Dokter Romi Syofpa Ismael yang digagalkan menjadi Aparatur Sipil Nehara (ASN) karena alasan disabilitas oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

Pihak kementrian yang terdiri dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak serta beberapa kementrian lainnya.

Dalam pembahasan kasus Dokter Romk tersebut juga dihadiri oleh Staf kepresidenan yang khusus menangani isu disabilitas.

Dalam pembahasan tersebut, beberapa kementrian membahas terkait hak pekerjaan untuk penyandang disabilitas yang tercantum dalam pasal 11 Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang disabilitas.

"Dalam pembahasan tadi, kami fokus kepada kasus Dokter Romi yang gagal menjadi ASN," ujar Staf ahli kepresidenan, Parman saat dihubungi klikpositif.com, Senin 29 Juli 2019.

Menurutnya, dalam pembahasan tersebut menghasilkan tiga solusi terkait penyelesaian masalah Dokter Romi yang dilakukan secara bersama-sama.

"Ada tiga solusi dalam rapat tadi, yang pertama Panitia Pelaksana Nasional (Panselnas) dan Panitia Pelaksana Daerah (Panselda) akan kembali melihat secara cermat lagi terkait pembatalan ASN Dokter Romi," ujarnya.

Hal kedua dari keputusan Rapat Koordinasi tersebut adalah KEMENPAN-RB kembali akan membahas secara ditail tentang kasus tersebut.

"Dalam keputusan yang ke dua itu tim Panselnas akan membahas kembali nantinya tentang kasus ini dan bagaimana jalan keluarnya," lanjutnya.

Solusi ketiga dan terakhir, menurutnya adalah menggunakan kewenangan presiden untuk mengembalikan status Dokter Romi sebagai ASN.

Menurutnya, untuk melaksanakan solusi yang pertama, pihaknya membutuhkan surat rekomendasi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) yang menyatakan bahwa Dokter Romi memang mampu menjalankan tugasnya.

"Kemarin kan PDGI hanya ... Baca halaman selanjutnya