Warisan Budaya Dunia Ombilin Sawahlunto Dikelola Badan Warisan Alam Dunia

Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto
Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (KLIKPOSITIF/Haikal )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Alwis mengatakan, Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) akan dikelola oleh badan tersendiri. Badan tersebut diberi nama Badan Pengelola Warisan Alam Dunia, Warisan Budaya Dunia dan Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Selain itu, perlu disusun rencana aksi diikuti program, kegiatan dan anggaran pusat dan daerah untuk diusulkan dalam RPJMN 2020-2024.

baca juga: Setelah Diakui UNESCO, Menpora Ingin Pencak Silat Dipertandingkan di Olimpiade

"Jadi hasil pertemuan dengan Kementerian kemarin (29/7) diusulkan nama badannya, Badan Pengelola Warisan Alam Dunia, Warisan Budaya Dunia dan Warisan Budaya Takbenda Dunia dengan susunan Ketua Tim Pengarah Menko PMK dan Anggota Menteri/Kepala Lembaga terkait, Pemerintah Daerah terkait dan unsur masyarakat," ujarnya, Selasa, 30 Juli 2019.

Disampaikannya, Badan tersebut nantinya berada langsung di bawah Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK). Pembentukan badan tersebut disepakati dari pertemuan Gubernur Irwan Prayitno dengan Kemenko PMK Senin (29/7) di Ruang Rapat lantai 7 Kemenko PMK.

baca juga: Silo Gunung Resmi Jadi Warisan Budaya Dunia, Pemko Padang Langsung Lakukan Hal Ini

"Karena sifatnya koordinasi antara sejumlah lembaga, maka pengelolaan WTBOS itu dibawah Kemenko PMK. Nanti akan dibentuk badan tersendiri yang akan bekerja melibatkan pemerintah daerah," sebutnya. 

Diungkapkannya, selain menyepakati terbentuk badan tersendiri. Dalam pertemuan itu juga diputusakan sejumlah kesepakatan. Diantaranya
seluruh Kementerian/Lembaga terkait PT. Bukit Asam dan PT. Kereta Api Indonesia pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota terkait di Sumbar diminta mendukung WTBOS paska penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia .

baca juga: Terima Sertifikat Warisan Budaya Dunia UNESCO, Sumbar Siap Genjot Kunjungan Wisata

Kemudian, perlunya peraturan dalam bentuk Perpres atau Kepres tentang Koordinasi Pengelolaan Warisan Alam Dunia, Warisan Budaya Dunia dan Warisan Budaya Takbenda Dunia. Perlu segera dibentuk Badan Pengelola Warisan Alam Dunia, Warisan Budaya Dunia dan Warisan Budaya Takbenda Dunia yang memuat kewenangan dan tugasnya.

"Tim Pelaksana diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK dan Wakil Ketua I adalah Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, dan Wakil Ketua II adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK," kata Alwis. 

baca juga: Sumbar Punya 13 Kekayaan Tradisi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Selain itu, bidang-bidang dalam badan pengelola terdiri dari Bidang Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan yang diketuai oleh masing-masing eselon II Kementerian/Lembaga terkait dapat melibatkan unsur dari perguruan tinggi dan masyarakat.

Kemudian, perlu disusun rencana aksi diikuti program, kegiatan dan anggaran pusat dan daerah untuk diusulkan dalam RPJMN 2020-2024. Perlunya komitmen dan time line dalam pemenuhan keputusan Komite warisan dunia beserta rekomendasi dari Advisory Bodies (IUCN, ICOMOS dan ICCROM).

Mengusulkan lokasi warisan dunia ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional(KSPN) yang secara teknis diusulkan oleh Kementerian Pariwisata. Diikuti dengan perpres tentang penetapan KSN terkait warisan dunia yang secara teknis diusulkan oleh kementerian teknis terkait.

Perlunya menyampaikan pelaporan keterawatan warisan dunia dan khusus untuk warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto ke UNESCO paling lambat 1 Desember Tahun 2021.

"Kesepakatan itu juga menyarankan perlunya dibentuk tim teknis untuk mengkaji dan menyiapkan dokumen penyiapan tindaklanjut pengelolaan warisan dunia yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Stakeholders terkait untuk disampaikan pada rapat pleno paling lambat akhir Agustus 2019 yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK," pungkasnya.

Sebelumnya, WTBOS yang terletak di Kota Sawahlunto, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO . Penetapan tersebut diumumkan pada Sidang World Heritage Committee (WHC) atau Komite Warisan Dunia ke-43 di Kota Baku, Azerbaijan, Sabtu 6 Juli 2019. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir