Kriteria Pemimpin Sumbar ke Depan di Mata Azwar Anas

Mantan Gubernur Sumatera Barat Azwar Anas
Mantan Gubernur Sumatera Barat Azwar Anas (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemilihan gubernur (Pilgub) Sumatra Barat (Sumbar) memang masih setahun lagi. Tetapi, nama-nama calon sudah ada yang mengapung ditengah masyarakat. Tentunya, banyak harapan dari masyarakat untuk pemimpin lima tahun kedepan.

Begitupun bagi mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman.

baca juga: Keluar Masuk Sumbar Harus Mengantongi Bukti Bebas Corona, Begini Cara Mengurus Suratnya!

Dikatakannya, tokoh untuk menjadi pemimpin di Sumbar saat ini banyak yang berpotensi, berbeda ketika zamannya dahulu. Maka untuk itu, agar tokoh yang namanya tengah berpotensi bakal gubernur perlu menguasai berapa hal.

"Ada empat hal yang mesti dikuasainya, pertama, pemimpin itu harus jelas yang dikerjakan, harus mengetahui dasar hukumnya sehingga tidak ada yang dilanggarnya saat memimpin," ujarnya mantan gubernur dua periode itu.

baca juga: Suratnya ke Gubernur dan Kepala Daerah Beredar di Medsos, Ini Klarifikasi MUI Sumbar

Kedua, katanya pemimpin mesti belajar dari pengalaman dari mereka yang pernah menjadi pejabat pemerintah didaerah, seperti gubernur dan lainnya. Sehingga, dapat menyerap ilmu pengalamannya.

"Lalu ketiga, dalam pemerintahan mengerti tentang sistem organisasi yang dibuatnya. Tidak boleh ada didalam itu sistem keluarga, mesti melalui tes, memang orang yang profesional," kata Gubernur Sumatra Barat selama dua periode (1977-1987) itu.

baca juga: Gubernur Sumbar Terbitkan Pergub, Ini Yang Boleh dan Dilarang Selama PSBB

Kemudian memiliki jiwa kebersamaan dan pandai dalam merangkul masyarakat. "Sebagai pemimpin harus paham akan definisi manusia, manusiakan manusia (istilah sekarang sumber daya manusia)," ujarnya.

Dilanjutkannya, sebagai pemimpin di Sumbar berarti menangungi daerah Minangkabau, maka sangat penting pemimpin mengetahui dan mengerti Kalo Nan Ampek (kata yang empat).

baca juga: Update COVID-19 29 Maret di Sumbar, 1.552 ODP, 28 PDP, 8 Positif, 1 Meninggal

"Kato mandaki, yakni bagus komunikasi pemimpin itu ditingkat pusat dan sekelilingnya, kato malereng komunikasi dengan  gubernur sebelumnya dan lainnya, kato mandata bersama kawan-kawan dan kato manurun bagus komunikasi dengan rakyat," terangnya.

Oleh karena itu, pemimpin mesti memahami semuanya, maka disebut tungku tigo sajarangan, sebab pemimpin yang dibutuhkan untuk mengatur pemerintahan dan norma yang ada di masyarakat.

"Insyallah jika memimpin sesuai dengan itu akan selamat sebagai pemimpi," tuturnya.

Selain itu, Azwar menilai banyak kompenen yang mesti diperhatikan di Sumbar kekinian seperti pariwisata dan pertanian. Perlu orang yang mengerti pariwisata untuk membangun potensi yang besar tersebut, begitu juga pertanian.

"Jika komponen penting ini dikembangkan dengan baik terutama maka akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir