KPU Limapuluh Kota Ajukan Anggaran Pilkada 2020 Sebesar Rp21,8 Miliar

"Dana tersebut meningkat cukup besar dibandingkan Pilkada 2015 lalu, di mana total dana hibah yang diajukan sebesar Rp16 M yang kemudian disetujui sebesar Rp14,7 M"
Ketua KPU Limapuluh Kota, Masnijon (tengah). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota mengajukan anggaran dana hibah sebesar Rp21,8 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota.

Dana tersebut meningkat cukup besar dibandingkan Pilkada 2015 lalu, di mana total dana hibah yang diajukan sebesar Rp16 M yang kemudian disetujui sebesar Rp14,7 M

"Di bulan Juli kita sudah menyusun Rencana Kebutuhan Biaya (RKB), itu rencananya membuat 21,8 M. Dan itu sudah kami coba komunikasikan dengan Pemda. Da diakhir Juli ada rapat awal, belum lagi bicara anggaran," kata Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon kepada KLIKPOSITIF, Kamis 1 Agustus 2019.

Terkait adanya kenaikan pengajuan anggaran biaya pemilu tersebut, Masnijon menyebut hal itu terjadi karena adanya pendekatan berbeda yang dilakukan pihaknya dibandingkan Pilkada 2015 lalu.

"Pendekatan sekarang adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118, contoh gaji ad hoc seperti PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dibandingkan 2015 jauh berbeda dari sekarang," katanya.

"Jadi bukan peningkatan sesungguhnya. Jadi kita memang sudah menyusun dengan tiga prinsip yakni tidak ada fiktif, tidak ada manipulatif, dan tidak ada duplikatif. Kita sudah coba menyusun secara efisien dan efektif," tambah Masnijon.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih menunggu jadwal rapat selanjutnya dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kita berharap, awalnya adalah pertengahan Agustus TPAD sudah mendatangani tapi belum bisa. Karena Pilkada kan dimajukan dari Desember 2020 ke September 2020. Tentu kita mendesak percapatan. Sekarang usulan kita baru sekadar masuk ke pemda, belum lagi masuk ke pembahasan," pungkasnya kemudian. (*)