Resort di Mentawai Dikhawatirkan Jadi Peredaran Narkoba

"Apalagi tamu datang dari berbagai negara, kedepan di Mentawai juga akan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)"
Salah satu pulau di Mentawai (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Berkembangnya resort di Kabupaten Kepulauan Mentawai dikhawatirkan akan menjadi pusat peredaran narkoba melalui jalur laut. Apalagi resort berada di pulau - pulau kecil sangat sulit diakses.

Apalagi tamu datang dari berbagai negara, kedepan di Mentawai juga akan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Ini perlu menjadi perhatian kita semua, karena saat ini belum ada yang mengawal secara terus - menerus," ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Kamis, 1 Agustus 2019.

Menurut Nasrul Abit, peredaran narkoba di Mentawai bisa masuk dari berbagai arah, bahkan bisa langsung dari Australia melalui jalur laut, ditambah resort cukup tertutup.

Untuk itu, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengusulkan bantuan kapal cepat kepada Menkomaritim

"Kita harus punya kapal paling cepat, sebab KEK nanti siapa yang mengawasi. Pengedar bisa lewat laut, bisa- bisa Sumbar jadi sarang narkoba," katanya.

Kedepan ditegaskannya, setelah Perda Zonasi pemilik resort dan pelaku usaha wisata pulau wajib mengurus izin. Kemudian Pemprov Sumbar akan membuat tim khusus inventarisasi resort yang ada.

"Saat ini ada sekitar lebih kurang 58 resort yang disana, jika memiliki syarat untuk itu dan masuk dalam kawasan bisa dilakukan pinjam pakai dan sebagainya sehingga diurus izinnya," tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengungkapkan tujuan adanya perda ini untuk mengatur tata ruang laut agar sesuai dengan fungsi penggunannya, baik itu yang sudah ada maupun rencana kedepan.

"Perda ini mengatur pemanfaatan laut. Mana zona pariwisata, budidaya dan konservasi, maka ini akan diatur sesuai dengan kepentingan masyarakat," pungkasnya. (*)