Pasaman Barat dan Solok Selatan Resmi Keluar dari Daerah Tertinggal

Kondisi Nagari Katiagan,  Kabupaten Pasaman Barat 2017 lalu
Kondisi Nagari Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat 2017 lalu (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan resmi keluar dari status tertinggal. Itu artinya hanya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masih berstatus tertinggal di Provinsi Sumatera Barat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat jumpa pers, Kamis 1 Agustus 2019 di Padang. Hadir Hansasri Kepala Bapeda Sumbar, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Yulian Efi dan beberapa pejabat perwakilan Pasaman Barat.

"Alhamdulillah setelah perjuangan yang cukup panjang, dua dari tiga daerah tertinggal di Sumbar telah melepaskan status tertinggal," ujarnya.

Baca Juga

Dijelaskan Nasrul Abit, dari SK yang dikeluarkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 79 tahun 2019 tentang Penetapan Keluar dari Daerah Tertinggal, Pasaman Barat berada di ranking 3 sedangkan Solok Selatan mendapat ranking 4 dari keseluruhan daerah yang dinyatakan keluar dari ketertinggalan.

Dilanjutkannya, itu artinya telah terpenuhi 6 kriteria pokok dari 27 indikator yang menjadi syarat keluar dari status tertinggal. Enam kriteria itu sudah baik seperti perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

"Mentawai memang masih berat untuk enam dan 27 indikator tersebut. Namun kami terus keroyok Mentawai bersama pusat, provinsi dan Pemkab," jelasnya.

Mantan Bupati Pesisir Selatan itu mengisahkan betapa sulit keluar dari status tertinggal dan setelah menjadi gubernur dirinya ditugaskan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk melepaskan daerah yang masih tertinggal dari status tertinggal.

Diawal karirnya sebagai Wagub, mulai masuk hutan keluar hutan menelusuri daerah tertinggal di Mentawai, Pasbar dan Solok Selatan.

"Memang berat untuk keluar, saya mereka itu. Pessel dulu juga tertinggal dan berhasil keluar. Saya jua mengucapkan terima kasih kepada Pemkab, kita sudah sama-sama berjuang dan saya pribadi merasakan perjuangan dari daerah hingga sekarang," tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Yulian Efi mengatakan, pihaknya akan terus fokus membangun walaupun telah keluar dari status tertinggal.

"Ini suatu prestasi yang membanggakan bagi kami dan Pemprov Sumbar, namun kami tidak akan terus membangun kerena masih banyak daerah yang harus diperhatikan," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir