Terungkap, Pembunuhan Pelajar di Bawah Flyover BIM Telah Direncanakan Pelaku

"Ada 28 adegan yang diperagakan dalam reka ulang yang dilakukan polisi"
Salah satu adegan reka ulang pembunuhan pelajar di kawasan flyover BIM (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Polres Padang Pariaman lakukan rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan seorang pelajar bernama Hidayat Agustin (16) di bawah jalan layang atau flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis 1 Agustus 2019.

Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi pada Rabu (21/6/2017), pukul 23.15 WIB. Pembunuhan itu dilakukan oleh beberapa pelaku. Namun pelaku atas nama Ruli Triwanda (24) merupakan pelaku utama dalam kasus tersebut. Ruli melakukan penganiayaan dengan samurai hingga membuat korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon menyebutkan, rekonstruksi tersebut memperagakan 28 adegan.

"Menelisik rekontruksi itu, diketahui pembunuhan tersebut merupakan pembunuhan berencana, " jelas Lija Nesmon, Kamis 1 Agustus 2019.

Dia juga membeberkan motif tersangka membunuh korban karena dendam. "Pelaku menghabisi nyawa korban karena dendam. Sebelumnya, adik tersangka kalah berkelahi dengan korban," jelas Kasat.

Usai membunuh korban, Ruli langsung melarikan diri ke Jawa Barat. Di Jawa Barat, tepatnya kawasan Sukabumi pelarian pelaku dihentikan polisi.

"Kami bekerjasama dengan Polres Sukabumi. Pada Minggu (23/6/2019) di salah satu Pondok Pesantren, pelaku berhasil ditangkap. Pelaku mengakui terlibat dalam pembunuhan tersebut dan ingin bertaubat dan masuk Pondok Pesantren, " jelas Lija Nesmon.

"Meskipun pelaku menyesal dan mengakui perbuatannya, dia harus bertanggung jawab atas pembunuhan yang dilakukannya. Ruli dijerat Pasal 354 ayat (1) junto Pasal 365 dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun, " sebut Lija Nesmon.

Selain Ruli, pelaku lainnya yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga telah diproses hukum. "Kasus ini selesai kami ungkap. Seluruh pelaku yang terlibat sudah kami proses secara hukum, " tutup Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman.

[Rehasa]