Mengenang Perjuangan Masyarakat Kota Padang Melalui Pawai Telong-telong

Pawai Telong-telong
Pawai Telong-telong (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF - Selasa, 6 Agustus 2019 menjadi momen bahagia bagi sebagian masyarakat Kota Padang . Tanggal itu merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Kota Bengkoang sejak 350 tahun lalu.

Pada tanggal yang sama di tahun 1639, masyarakat Kota Padang berhasil merebut sebuah markas Belanda yang disebut 'loji' yang terletak di daerah Muaro Padang.

baca juga: 39 Persen Pasien Positif COVID-19 di Kota Padang Telah Dinyatakan Sembuh

Berbagai etnis yang ada di Kota Padang juga ikut dalam merayakan hari bersejarah kota seperti Etnis Tionghoa dan India serta masyarakat Jawa yang mempertontonkan aksi dari daerah Jawa Tengah.

Wali Kota Padang , Mahyeldi Ansyarullah mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenang perjuangan pada tahun 1639 yang dilakukan oleh masyarakat Pauh dan Kuranji.

baca juga: Kabar Baik, Penambahan Positif Corona di Sumbar Nihil per 29 Mei

"Pada masa itu masyarakat sudah muak dengan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda, berkumpullah masyarakat dari daerah Kuranji dan Pauh untuk melakukan penyerangan," ujarnya.

Karena kekurangan massa dan persenjataan pada masa itu, masyarakat yang telah berkumpul memutuskan untuk membuat sebuah acara pawai yang dinamai Telong-telong.

baca juga: HBT dan Masyarakat Tionghoa Peduli Serahkan Bantuan Insinerator untuk Kota Padang

"Saat melihat keramaian yang dianggap tidak membahayakan oleh tentara Belanda, masyarakat langsung melakukan penyerangan dan menguasai Loji Belanda (markas penyimpanan senjata)," lanjutnya.

Menurutnya, Belanda mencatat kejadian tersebut sebagai kegagalannya dalam masa penjajahan dan merupakan keberhasilan bagi masyarakat Padang.

baca juga: PSBB Diperpanjang, Hotel dan Tempat Wisata di Padang Masih Ditutup

Pada kegiatan telong-telong itu, 11 Kecamatan yang ada di Kota Padang mengikuti dan memperlihatkan kebolehannya masing-masing. Masing-masing Kecamatan membawa ciri khas daerahnya dan mempertontonkan di hadapan keramaian.

Seperti atraksi silek yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Koto Tangah, Randai yang dipertunjukkan oleh masyarakat Padang Timur dan beberapa lainnya.

Tidak mau kalah, Etnis Tionghoa yang ada di Padang juga mempertontonkan kebolehannya dalam memainkan Barongsai.

Salah satu masyarakat Kota Padang , Budi (35) mengatakan bahwa ia berharap pada usia Kota Padang yang ke 350 tahun itu ia berharap agar pemerintah lebih serius lagi dalam membangun Kota.

"Saat ini pembangunan sudah baik di sini, tapi masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh pembangunan. Kami sebagai masyarakat berharap agar pemerintah bisa membangunnya juga," katanya.

Dengan begitu, menurutnya masyarakat Kota Padang bisa lebih maju dan lebih baik lagi jika sudah didukung dengan infra struktur yang baik juga.

[Halbert Caniago]

Penulis: Fitria Marlina