Walikota Pariaman dan Bupati Padang Pariaman Bicarakan Masalah Dua Daerah, Ada Apa?

"Melihat aset sarana prasrana perkantoran Pemkab Padang Pariaman yang cukup banyak di wilayah Kota Pariaman, Walikota Genius menyarankan ke Bupati Ali Mukhni untuk mengalihfungsikan sarana prasarana tersebut suatu saat menjadi hotel dan convention centre"
(KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Pariaman Genius Umar, datangi Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni untuk bicarakan lima poin persoalan terkait dua daerah tersebut, pada Rabu 7 Agustus 2019.

Genius didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Efendi Jamal, dan Plt Kepala Dinas Kominfo Hendri. Sementara Ali Mukhni didampingi Kepala Dinas LHPKPP Yuniswan, Kepala BPKD Armeyn Rangkuti, Kabag Humas Andri Satria Masri, dan Kabid Persampahan Arkadius.

Adapun poin pembicaraan yang didiskusikan secara intens hingga sampai di meja makan siang itu antara lain:

1. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Kota Pariaman di Tungka sudah tidak dapat lagi menampung sampah warga Kota Pariaman dikarenakan luasnya hanya 1 Ha sementara lahan pengganti belum tersedia. Pihak Pemko Pariaman mendengar Kabupaten Padang Pariaman sedang membangun TPA Regional Sumatera seluas 20 Ha yang didanai APBN sebesar Rp1,3 Triliun. Pihak Pemko Pariaman mengajukan permohonan untuk bisa ikut memanfaatkan TPA yang ada di Padang Pariaman dalam bentuk kerjasama pengelolaan persampahan.

2. Pelayanan air minum untuk warga Kota Pariaman belum terpenuhi secara maksimal sementara PDAM Padang Pariaman memiliki kapasitas terpasang yang sangat besar dan bisa melayani seluruh wilayah hingga sampai Kota Pariaman. Walikota Pariaman meminta PDAM Padang Pariaman dapat meluaskan jangkauan pelayanan air minumnya.

3. Melihat aset sarana prasrana perkantoran Pemkab Padang Pariaman yang cukup banyak di wilayah Kota Pariaman, Walikota Genius menyarankan ke Bupati Ali Mukhni untuk mengalihfungsikan sarana prasarana tersebut suatu saat menjadi hotel dan convention centre jika perkantoran Pemkab Padang Pariaman telah dipindahkan semuanya ke Parit Malintang. Genius mengakui bahwa fasilitas penginapan di Kota Pariaman belum representatif untuk menampung wisatawan yang semakin membludak ke Pariaman.

4. Penataan pinggir sungai di kawasan eks Kantor Bupati dan ... Baca halaman selanjutnya