Peringati HUT RI ke-74, Bendera Raksasa Dikibarkan di Jembatan Ratapan Ibu

Rapat awal peringatan HUT RI ke-74 di Balai Kota Payakumbuh.
Rapat awal peringatan HUT RI ke-74 di Balai Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh terus mematangkan rencana pengibaran bendera Merah Putih raksasa berukuran 47X17 meter yang akan dibentangkan di Jembatan Ratapan Ibu, 17 Agustus nanti.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berlangsung sesuai dengan yang apa yang sudah direncanakan, Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan Pemko Payakumbuh, Yoherman meminta agar panitia yang dibentuk nantinya bisa bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing, sehingga acara tersebut bisa berlangsung sukses.

"Dan melalui rapat ini kita semua baik dari unsur OPD dan Forkopimda dapat mensukseskan peringatan HUT RI ke-74 ini," kata Yoherman saat memimpin rapat awal pembentukan panitia pelaksana HUT RI ke-74 di Lantai II Kantor Balai Kota Payakumbuh, Rabu (7/8).

Baca Juga

Selain pengibaran bendera raksasa yang rencananya akan melintasi Sungai Batang Agam, Yoherman juga meminta setiap kecamatan di daerahnya untuk ikut memeriahkan HUT RI ke-74 pada 17 Agustus nanti dengan menggelar berbagai kegiatan yang menggambarkan kebersamaan serta keikutsertaan seluruh komponen masyarakat.

"Maka dari itu, kita semua harus berperan aktif agar peringatan Hari Kemerdekaan RI di daerah kita berjalan lancar, sukses, dan meriah," jelasnya.

Yoherman menyebut, setiap OPD khususnya kecamatan bisa mengangkatkan acara sendiri yang melibatkan kecamatan lain sehinga bisa lebih meriah.

"Silahkan rencanakan kegiatan sebanyak dan semeriah mungkin, termasuk ditingkat kecamatan. Undang kecamatan lain untuk kemeriahan acara. Dengan begitu terlihat keseriusan kita dalam menyambut HUT RI tahun ini," jelasnya.

Di sisi lain, penggagas kegiatan pembentangan bendera raksasa tersebut, Danramil 01/Pyk Joni Forta MP menyebut, pihaknya memilih Jembatan Ratapan Ibu karena lokasi tersebut merupakan situs sejarah yang sangat berharga di Kota Payakumbuh.

Menurutnya, Jembatan Ratapan Ibu yang dibangun di zaman penjajahan dan masih kokoh hingga sekarang mengandung banyak arti dari sebuah perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.

"Kita memancing semangat generasi muda Payakumbuh, jangan sampai tidak tahu sejarah perjuangan di kotanya sendiri, nanti kita juga mengundang perlaku sejarah yang masih hidup untuk menceritakan sejarah yang terjadi di jembatan yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda 1818 silam, meskipun sudah 201 tahun, namun masih mampu menopang truk bermuatan puluhan ton," katanya. (*)

Editor: Taufik Hidayat