Ketua Bawaslu Minta Laporan Pengawasan di Kabupaten/Kota Punya Nilai Akademis dan Literasi

"Laporan harus bisa didokumentasikan dengan baik. Kalau laporannya bagus dan lengkap bisa mudah dibaca oleh siapapun"
Ketua Bawaslu Abhan (kiri) dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Hotma Maya Marbun saat menjadi pembicara Rapat Review Laporan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahap Pertama di Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019 (Bawaslu)

KLIKPOSITIF -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan meminta seluruh Bawaslu kabupaten/kota membuat laporan hasil pengawasan Pemilu 2019 yang punya nilai akademis dan literasi.

Hal tersebut menurutnya supaya bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan info kepemiluan di Indonesia.

"Laporan harus bisa didokumentasikan dengan baik. Kalau laporannya bagus dan lengkap bisa mudah dibaca oleh siapapun,’" katanya dalam acara Rapat Review Laporan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahap Pertama di Jakarta, Kamis (8/8/2019) malam.

Abhan menambahkan, kinerja Bawaslu mengawasi tahapan Pemilu 2019 sudah maksimal. Untuk itu, dia ingin kinerja tersebut harus diiringi oleh dokumentasi laporan yang baik agar bisa dilihat oleh masyarakat.

Seperti yang pernah dikatakan sebelumnya, mantan ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini berharap setiap kabupaten/kota bisa mengemas laporan dalam bentuk buku. ‘’Nantinya, dalam buku tersebut berisi intisari laporan yang telah dibuat oleh kabupaten/kota. Isinya jangan terlalu kaku dan harus sesuai dengan karekter masing-masing daerah,’’ pintanya.

Namun, Abhan memahami tidak semua kabupaten/kota bisa menerjemahkan laporan ke dalam sebuah buku. Hal itu baginya bisa dimaklumi. "Jika tidak ada kemampuan menulis, dibolehkan untuk merekrut penulis dan editor dari pihak luar untuk membuat buku," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Hotma Maya Marbun menuturkan, ada 21 tim yang bakal melakukan 'review' laporan terhadap Bawaslu tingkat kabupaten/kota. Masing-masing tim, ujarnya, kebagian delapan kabupaten/kota.

‘’Setiap tim akan didampingi tenaga ahli dan tim asistensi. Juga dibantu staf sekertariat kesekjenan Bawaslu, sehingga tim tidak bekerja sendirian,’’ ungkapnya. (*)