Apa Syarat-syarat Hewan yang Akan Diqurbankan?, Ini Penjelasannya

"Barangsiapa yang menyembelih hewan kurbannya sebelum shalat ‘Ied atau setelah tenggelamnya matahari tanggal ke-13 Dzulhijjah, maka kurbannya tidak sah."
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF --  Bagi yang dimudahkan dan dilapangkan rizkinya oleh Allah, maka hendaknya ia berkurban di tanggal 10 Dzulhijjah, terlepas dari khilaf ulama’ tentang hukum berkurban apakah wajib ataukah sunnah muakadah.

Agar ibadah kurbannya sah dan diterima oleh Allah, maka bagi orang yang ingin berkurban hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Berqurban Harus Dengan Hewan Ternak yang Ditetapkan Oleh Syar’iat
Harus berkurban dengan hewan ternak yang ditetapkan oleh syar’iat, dan tidak boleh selainnya, yaitu sapi, kambing, dan unta. Dan ini adalah syarat yang disepakati oleh semua madzhab. Dan kerbau termasuk jenis sapi menurut pendapat para ahli fiqih.

Hal ini disandarkan pada firman Allah Ta’ala

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka”
(Qur’an Surat Al Hajj:34)

Yang paling afdhol adalah unta, setelahnya sapi, setelahnya kambing kibas setelahnya domba dan kambing, menurut pendapat yang paling rajih.
(Bidayatul Mujtahid, halaman 559 juz 2)

Tidak masalah berkurban dengan hewan kurban jantan maupun betina. Berkata Imam Nawawy

أَمَّا
الْأَحْكَامُ فَشَرْطُ الْمُجْزِئِ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَنْ يَكُونَ مِنْ الْأَنْعَامِ وَهِيَ الْإِبِلُ وَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ سَوَاءٌ فِي ذَلِكَ جَمِيعُ أَنْوَاعِ الْإِبِلِ مِنْ الْبَخَاتِيِّ وَالْرَابِ وَجَمِيعِ أَنْوَاعِ ... Baca halaman selanjutnya