1.300 Sapi Kurban di Payakumbuh Dinyatakan Sehat, 17 Lainnya Direkomendasikan untuk Diganti

"Sampai sejauh ini sudah ada 1.300 SKKH yang kita keluarkan. Juga terdapat 17 sapi yang kita rekomendasikan diganti karena sakit dan usia yang masih belia"
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban oleh UPTD Keswan Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sampai H-3 jelang hari raya Idul Adha 1440 H, Dinas Pertanian dan Peternakan melalui UPTD Kesehatan Hewan (Keswan) Kota Payakumbuh telah mengeluarkan sekitar 1.300 Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk sapi-sapi yang nantinya akan disembelih warga daerah itu sebagai hewan kurban.

Selain mengeluarkan SKHH untuk sapi yang dinilai layak dan sehat untuk disembelih sebagai hewan kurban, UPTD Keswan Kota Payakumbuh juga merekomendasikan sebanyak 17 ekor sapi kurban untuk diganti dengan sapi lain karena alasan bunting ataupun sakit.

"Sampai sejauh ini sudah ada 1.300 SKKH yang kita keluarkan. Juga terdapat 17 sapi yang kita rekomendasikan diganti karena sakit dan usia yang masih belia," kata Kepala UPTD Keswan Kota Payakumbuh, drh Trisna Yesy saat melakukan pemeriksaan kesehatan sapi di salah satu kandang milik pedagang di Kelurahan Tigo Koto Diateh Kecamatan Payakumbuh Utara, Jumat (9/8).

Untuk jumlah sapi kurban di Kota Payakumbuh, ia memperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu, yaitu sekitar 1.900 sampai 2.000 ekor.

"Meski belum semua sapi kurban memang yang kita keluarkan SKKH. Karena itu, tim kami akan tetap melakukan pemeriksaan sampai dengan hari pemotongan," lanjutnya.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan yang sudah dilakukan pihaknya, masih cukup banyak ditemukan sapi betina yang akan dijadikan warga sebagai hewan kurban.

"Dari tahun lalu sebenarnya ada penurunan untuk pemotongan sapi betina sebagai hewan kurban. Tapi memang persentase sapi betina yang disembelih masih cukup besar, yaitu sekitar 60 persen dan sisanya 40 persen merupakan sapi jantan," jelasnya.

Untuk meminimalisir pemotongan sapi betina pada tahun-tahun selanjutnya, Yessy menyebut bahwa pihaknya selalu menggencarkan sosialisasi di daerah-daerah yang persentase penyembelihan sapi betinanya masih cukup tinggi.

"Titik-titik khusus itu memang sudah kita ... Baca halaman selanjutnya