Astronom Thailand Redakan Ketakutan Terkait Asteroid

Seorang spesialis di Lembaga Penelitian Astronomi Nasional Thailand berusaha menenangkan kekhawatiran bahwa Asteroid 2006 QQ23
Seorang spesialis di Lembaga Penelitian Astronomi Nasional Thailand berusaha menenangkan kekhawatiran bahwa Asteroid 2006 QQ23 (National Astronomical Research Institute of Thailand)

KLIKPOSITIF - Seorang spesialis di Lembaga Penelitian Astronomi Nasional Thailand berusaha menenangkan kekhawatiran bahwa Asteroid 2006 QQ23, yang dua kali lipat ketinggian Menara Baiyoke II di Bangkok, akan menghantam Bumi hari ini, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Sitthiporn Duantakhu, seorang pejabat NARIT (National Astronomical Research Institute of Thailand), mengatakan meskipun Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) mengawasi asteroid QQ23, itu tidak berarti akan menabrak bumi dan mengubah hari Sabtu menjadi hari kiamat seperti yang dikabarkan di kalangan pengguna Facebook Thailand.

Sebuah saluran TV mengutip peringatan NASA bahwa asteroid QQ23 akan lewat di dekat planet Sabtu (10/8), yang tampaknya menakutkan bagi orang Thailand yang berbagi berita di media sosial dan memperingatkan bahwa dunia akan segera berakhir.

Baca Juga

Sitthiporn menjelaskan bahwa NASA selalu memantau asteroid yang kemungkinan terbang di bumi bukan karena bahaya apa pun, tetapi karena mereka memberikan peluang yang baik bagi para astronom untuk mempelajarinya.

Dia mengutip laporan NASA yang mengatakan bahwa Asteroid 2006 QQ23 akan terbang dalam 0,049 unit astronomi atau 7,3 juta kilometer dari Bumi pada sekitar 16.740 km / jam. Jaraknya cukup dekat untuk mengklasifikasikan objek sebagai asteroid dekat Bumi. Selain itu, karena berada dalam 0,05 unit astronomi atau 195 juta kilometer, cukup dekat untuk diberi label sebagai berpotensi berbahaya.

Untuk menggambarkan jarak, Sitthiporn mengatakan Bulan berjarak sekitar 0,38 juta kilometer dari Bumi. QQ23 ditemukan oleh Siding Spring Observatory di Australia pada 21 Agustus 2006. Itu diklasifikasikan sebagai asteroid dekat Bumi dengan orbit 263 hari mengelilingi matahari. Diameternya 570 meter, yang merupakan dua kali lipat tinggi Menara Baiyoke II di Bangkok.

Sitthiporn menambahkan bahwa asteroid mengorbit bumi dengan rapi beberapa kali sehingga fenomena akan menjadi fenomena normal yang seharusnya tidak menyebabkan kepanikan.

Dilansir dari laman Asiaone, pemantauan asteroid dan benda antariksa menemukan bahwa ada enam objek dekat Bumi yang ditemukan setiap tahun dan fenomena itu menjadi normal.

Dia mengatakan NARIT akan menggunakan teleskop 0,7 meter di Observatorium Doi Inthanon untuk mengamati asteroid ketika terbang di dekatnya.

Baca Juga

Penulis: Fitria Marlina