Ini Penampakan PLTMH Unand Berkapasitas 0.4 Megawatt

Rumah Turbin PLTMH Unand
Rumah Turbin PLTMH Unand (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tidak lama lagi Universitas Andalas (Unand) Padang akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 0,4 Megawatt (MW). Pilot projek listrik bertenaga air di Unand itu upaya penghematan biaya listrik mencapai Rp800 juta perbulan.

PLTMH diyakini bisa menghemat Unand hingga 50 persen atau sekitar Rp5 miliar tiap tahunnya. Sebab Unand hanya akan melakukan perawatan terhadap PLTMH.

Saat ini Unand harus mengeluarkan hampir Rp10 miliar tiap tahunnya untuk biaya listrik saja. Untuk itu pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM melalui Badan Layanan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) membantu membangun rumah turbin.

Baca Juga

Sementara untuk perlengkapan lain PLTMH seperti check dam dan pipa ditanggung Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Dirjen Sumber Daya Air.

Rumah turbin terletak dahulu Sungai Batang Kuranji, Limau Manis atau arah hutan kampus Unand sudah selesai sejak tahun 2018 selesai namun belum bisa digunakan karena menunggu aliran air untuk memutar turbin.

"Medan untuk pipa air sampai ke rumah turbin sangat terjal dan curam, namun persoalan ini sedang dicarikan solusinya. Mudah-mudahan cepat selesai dan listrik Unand segera bertenaga air," ujar Rektor Unand Tafdil Husni, Senin, 12 Agustus 2019.

Dijelaskannya, pipa yang mengaliri air hingga ke turbin berdiameter 90 cm. Jika diletakkan pada medan yang curang apalagi berpotensi longsor akan berbahaya dan mengganggu kelancaran PLTMH kedepan.

"Seharusnya akhir 2018 sudah berfungsi, namun karena melewati topografi yang sulit belum bisa direalisasikan. Sekarang hanya menunggu air saja lagi, mudah-mudahan tahun ini bisa," jelas Tafdil.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai II Balai Wilayah Sungai Sumatera V Dirjen Sumber Daya Air Nur Iman menjelaskan terdapat 3 kegiatan dalam Proyek Pembangunan Bangunan Pengendali Sedimen Batang Kuranji dan Anak Sungainya (Segmen Hulu) Kota Padang ini.

Pertama pengendalian banjir, kemudian pemanfaatan air baku kampus Unand dan sekitarnya dan terakhir sebagai pemutar turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM)  yang akan mengaliri listrik kampus Unand.

"Untuk melewatkan pipa sampai ke turbin kami sedang carikan solusi, sementara pengerjaan check dam dan intake sudah 90 persen," ujarnya.

Nur Imam optimis proyek yang tergabung dalam Pembangunan Cekdam di Segmen Hulu Batang Kuranji di Limau Manis Universitas Andalas itu akan selesai sesuai target yang telah disepakati.

"Insyaallah November selesai khusus untuk air baku, dan pipa PLTMH juga bisa dipasang," tukasnya. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Joni Abdul Kasir