Disnakkeswan Pessel Ungkap Hal Ini Terkait Hewan Kurban di Daerah Itu

"Dari data ini, secara bertahap kita bisa mengantisipasi adanya pemotongan sapi betina produktif di tengah masyarakat terutama saat Idul Adha"
(Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mencatat sejak tiga tahun terakhir pemotongan hewan kurban sapi betina di daerah ini sudah mengalami penurunan saat Idul Adha.

Dari data yang tercatat, tahun 2019 ini jumlah penyembelihan sapi betina sebanyak 168 ekor, dan dibandingkan tahun 2017 berjumlah 312 ekor dan 225 ekor pada tahun 2018.

"Dari data ini, secara bertahap kita bisa mengantisipasi adanya pemotongan sapi betina produktif di tengah masyarakat terutama saat Idul Adha," ungkap Sekretaris Disnakkeswan Pessel,
Yosro kepada KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, larangan penyembelihan sapi betina, diantaranya sapi betina produktif diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sesuai pasal 18 ayat (4), menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

"Ini rutin kami sosialisasi, juga bersama kepolisian datang ke masjid-masjid. Terutama dalam memantau dan mencek kondisi sapi yang akan jadi pemotongan saat hari kurban," terangnya.

Lanjutnya, dalam undang-undang tersebut diatur bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif bisa terancam pidana, paling lama bisa 3 tahun penjara.

"Itu sudah jelas, paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dengan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp300 juta," jelasnya.

Data dari pada Idul Adha 1440 H/2019, jumlah hewan kurban di daerah ini tercatat mencapai 4.020 ekor dan yang terbanyak sapi jantan sebanyak 3.547, sapi betina 168, kerbau jantan 56 dan 234 ekor kambing. (Kiki Julnasri)