Sejarawan: Kemerdekaan Harus Dimulai dari Pikiran

"Masyarakat masih belum merdeka dalam beberapa hal seperti menyatakan pendapat"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sudah 74 tahun Indonesia merdeka dan tidak ada lagi perjuangan dengan bersimbah darah dan mengorbankan nyawa lagi.

Generasi muda pun saat ini sudah tidak lagi merasakan penindasan asing seperti yang dirasakan pendahulu sebelum 74 tahun yang lalu.

Seorang sejarawan di Kota Padang, Maiza Elvira mengatakan generasi muda tidak harus berjuang lagi dengan mempertaruhkan nyawa.

"Generasi muda tidak harus berjuang dengan mengorbankan nyawa dan tetesan darah lagi, tapi dengan membebaskan pikiran mereka dari pemikiran yang sempit," ujarnya.

Generasi millenial menurutnya harus bisa membebaskan pikirannya dan menyampaikan aspirasinya agar kemerdekaan 100 persen itu tercapai.

Menurutnya, generasi muda yang mampu untuk bersaing di era teknologi harus berjuang agar Indonesia mendapatkan panggung di mata dunia.

Menurutnya untuk merasakan kemerdekaan sendiri saat ini sangat sulit untuk ditatarkan dalam bahasa.

Pasalnya, masyarakat masih belum merdeka dalam beberapa hal seperti menyatakan pendapat. "Untuk merasakan kemerdekaan saat ini sebenarnya open mindid (pikiran terbuka) saja, kita harus memiliki pemikiran untuk merasakannya," lanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan karena masih ada beberapa aspek yang dianggap belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.

"Kita hidup di negara yang sudah merdeka, tetapi kita masih belum merasakan kemerdekaan sama sekali. Contohnya kita masih belum bisa mengeluarkan ide dan pemikiran yang kritis di masa ini," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa kemerdekaan harus dimulai dari pikiran masyarakat itu sendiri, karena saat pemikiran sudah merdeka, maka masyarakat akan merasakan kemerdekaan yang diidamkan itu.

[Halbert Caniago]