Baru Dibuka, Museum Sahabat Nabi Tarik Perhatian Jemaah Haji Indonesia

"Semuanya di museum ini membawa kita merasakan dan memahami perjuangan para sahabat di masa lalu"
(Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Ma’rodh as-Shohabah atau museum sabahat Nabi yang baru saja dibuka sebulan lalu oleh Pemerintah Arab Saudi, telah menarik perhatian sedikitnya 10 ribu jamaah Indonesia di musim haji 2019 ini.

Terletak di kawasan Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah, museum yang terdiri dari 10 ruangan ini didesain dengan tata ruang sederhana tapi menarik. Ada bagian ruangan yang diterangi lampu penerangan listrik sepenuhnya. Ada pula yang hanya diterangi lampu temaram. Semuanya mendukung isi museum yang didominasi tampilan audio visual yang sempurna.

"Semuanya di museum ini membawa kita merasakan dan memahami perjuangan para sahabat di masa lalu," ujar Muham Yusuf Hamdani, pemandu museum yang mengantar rombongan Amirul Hajj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkeliling ke museum itu, Rabu (14/08) waktu Arab Saudi.

Berkeliling museum bisa menghabiskan waktu sedikitnya 20 menit. Di salah satu ruangan terdapat audio visual yang menceritakan peperangan luar biasa di Jabal Uhud antara pasukan muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad, melawa kaum kafir Quraish yang dendam akibat kekalahan dalam perang Badar.

Pasukan Nabi yang mendapat kekalahan karena terpesona pada harta rampasan perang, menjadi pelajaran berharga yang diulas apik dalam museum.

Ada juga kisah kedekatan para sahabat terdekat Nabi yang dikisahkan lewat Siti Aisyah, isteri Nabi.

Dikisahkan, suatu malam Sayyidah Aisyah R.A. bermimpi didatangi tiga bulan purnama. Ketika terbangun, ia bertanya kepada Rasulullah apa takwilnya, namun tidak mendapat jawaban. Setelah Rasulullah wafat dan dikuburkan di kamarnya, ayah beliau, Abu Bakar, berkata, “Itulah bulan purnama pertama”.

Ketika ditanya tentang bulan purnama yang kedua, Abu Bakar diam tak menjawab. Baru setelah Abu Bakar wafat dan dikuburkan di sisi Rasulullah, tahulah Aisyah bahwa itulah bulan purnama yang kedua.

Diriwayatkan kemudian, Umar bin Khattab sampai ... Baca halaman selanjutnya