2024, Tol Sumatera Akan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

"awasan industri perlu tersambung lancar dengan inputnya, dan ingin Sumatera melakukan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam"
Ilustrasi (Net)
(KBI) dengan tujuh strategi utama. Pertama, mengembangkan komoditas unggulan kelapa sawit, kakao, karet, dan kopi, dan hilirisasi komoditas unggulan yang berpotensi memiliki nilai tambah tinggi.

Kedua, mengembangkan potensi pariwisata daerah sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi lokal. Ketiga, memperkuat ketahanan bencana pantai barat Sumatera. Keempat, meningkatkan kualitas pelayanan transportasi perkotaan, sanitasi dan air bersih, serta pengelolaan sampah dan limbah. Kelima, pembangunan jaringan jalan Tol Trans Sumatera yang dipadukan dengan jaringan multi moda pelabuhan, bandara, dan jalan non-tol.

Keenam, memperkuat konektivitas dan memantapkan sistem logistik wilayah dalam mendukung industrialisasi khususnya di koridor pesisir timur wilayah Sumatera. Ketujuh, mengendalikan alih fungsi lahan dan mencegah pembakaran lahan gambut. Selanjutnya, prioritas pengembangan Sumatera diarahkan pada pengembangan kawasan Metropolitan Medan dan Metropolitan Palembang.

"Beberapa isu mendasar Sumatera yang masih perlu ditangani dengan lebih serius adalah belum optimalnya pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi, belum terwujudnya Commodities Trading House terintegrasi, belum stabilnya harga komoditas karet dan sawit yang diikuti turunannya kualitas produk, kurang kompetitifnya harga gas untuk industri sehingga menghambat laju produktivitas industri terutama di Sumatera Utara," ungkap dia. (*)