Buat Laporan Palsu ke Polisi, Polres Sawahlunto Bekuk Karyawan Indomarco

"Atas kejadian palsu itu, sambungnya, ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp105 juta serta perangkat elektronik merk Tab Lenovo warna hitam"
Barang Bukti yang Disita Jajaran Satreskrim Polres Sawahlunto (Istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Membuat laporan palsu dirinya korban jambret di jalan Sawahlunto - Muaro Kalaban, N (30) karyawan PT. Indomarco diamankan jajaran Satreskrim Polres Sawahlunto, Jumat 9 Agustus 2019 lalu.

Kapolres Sawahlunto AKBP Zamroni Wibowo mengatakan, kepada polisi tersangka N mengaku telah mengalami kejadian pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan Laporan Polisi Nomor : LP/06/VII/2019 SPKT Polsek MKB tanggal 25 Juli 2019.

Atas kejadian palsu itu, sambungnya, ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp105 juta serta perangkat elektronik merk Tab Lenovo warna hitam.

Zamroni menambahkan, setelah dilakukan lidik konvensional dan ITE, tidak ditemukan kejadian sesuai yang dilaporkan, sementara uang ditangannya saat itu hanya sebesar Rp23 juta.

"Tujuannya ingin menggelapkan uang perusahaan. Dua minggu sebelum membuat laporan palsu, pelaku menerima uang setoran perusahaan sebesar Rp82 juta. Dari pengakuannya, uang itu tidak disetorkan ke perusahaan, namun digunakannya untuk membayar hutang dan berfoya-foya," katanya di Sawahlunto, Kamis 15 Agustus 2019.

"Dengan laporan palsu tersebut, tersangka berharap bisa menutupi uang yang terpakai tanpa melakukan penggantian ke perusahaan. Inilah alasannya membuat laporan palsu kepada polisi," sambungnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sawahlunto AKP Julkipli Ritonga menambahkan, dalam pengembangan kasus laporan palsu tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti dari pelaku berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter, 1 buah kwitansi pencicilan kulkas dan 1 unit Tab Lenovo warna hitam yang dikatakan pelaku sudah hilang.

"Tab tersebut dalam kondisi sudah dibakar, ternyata tujuannya untuk menghilangkan barang bukti, kemudian uang sisa penggelapan Rp970 ribu, 1 unit speaker yang dibeli dari uang penggelapan dan 1 unit handphone kecil merk Samsung," ujarnya.(*)