Festival Hoyak Tabuik Pariaman Belum Masuk 100 Wonderful Event Kemenpar

Hoyak Tabuik Pariaman
Hoyak Tabuik Pariaman (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dari lima event pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) yang diusulkan masuk menjadi bagian dari 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata, hanya tiga event di daerah itu yang dipilih Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Lima event yang diusulkan yakni Pasa Harau Art And Cultural Festival, Tour de Singkarak (TdS) dan Festival Budaya Minangkabau, Festival Tabuik dan Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM Fest).

"Festival Tabuik dan Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM Fest) belum masuk dalam 100 Wonderful Event Kemenpar," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian, Kamis, 15 Agustus 2019.

Baca Juga

Dijelaskannya Oni, Kemenpar membatasi pengusulan hanya lima event saja. Maka, pihaknya melakukan evaluasi dari berapa event dari Kabupaten dan Kota yang memenuhi indikator penilaian. Maka, dipilihlah lima event di Sumbar. Dari lima tiga event itu memenuhi indikator penilaian Kemenpar. 

"Penilaian itu, pertama karena kepala daerah yang memiliki daerah tempat event itu berlangsung dinilai memiliki komitmen untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. Kedua, event itu mempunyai nilai khas budaya tersendiri. Itu terkait dengan peran serta masyarakat, sebab mereka menilai event yang baik itu memiliki khas budaya dan mengakar di tengah masyarakat," terangnya.

Kemudian penilaian terakhir, ungkap Oni, event itu mesti dapat menghasilkan keuntungan, sebab selama ini event masih diramaikan wisatawan lokal yang datang. Sehingga, mereka mengharapkan event sudah bisa mendatangkan wisatawan dari daerah lain atau luar negeri.

Maka dengan terpilihnya tiga event di Sumbar masuk dalam bagian Wonderful Event Kementerian Pariwisata, tindaklanjutnya kedepan tentunya diharapkan Kementerian dapat membantu dari segi promosi.

"Jadi nanti kementerian dari segi promosinya, dan kita akan memberikan materi dan idenya. Sebab, untuk mendatangkan wisatawan melalui event tentunya anggaran mesti seimbang. Contohnya, satu event itu anggarannya Rp1miliar, 50 persen untuk promosi dan sebaliknya 50 persen lagi bagian penyelengaraannya. Jika begitu pembagiannya kita yakin event akan meriah dan akan menarik lebih banyak wisatawan yang datang berkunjung,"  katanya. 

Oleh karena itu, dengan tiga event terpilih yang memang mengarah kepada khas budaya dan lebih kepada partisipasi masyarakat, maka event ini akan lebih dikembangkan lagi. Sebab, wisatawan dari luar Sumbar itu pasti ingin melihat pesona yang ditawarkan Sumbar dengan potensi yang dimiliki, apalagi budaya Minangkabau telah dikenal luas dibeberapa negara termasuk ada berapa ikatan kebudayaan dengan negara lainnya.

Untuk diketahui, Pasa Harau Art And Cultural Festival akan berlangsung di Kabupaten Lima Puluh Kota pada 16-18 Agustus 2019. Festival budaya ini akan ditampilkan diantaranya Harau Performing Art, Harau Adventure Run (Harau Berjejaring), Pacu Jawi, serta Jelajah Harau/Mengejar Embun Lembah Harau. Kemudian, Event Tour de Singkarak (TdS) akan berlangsung pada 2-10 November 2019. Tour de Singkarak akan melintasi 16 kabupaten/kota Sumbar dan 2 kabupaten di Jambi. Kompetisi internasional ini terbagi dalam 9 etape.

Sementara itu penyelenggaraan event Festival Pesona Budaya Minangkabau akan berlangsung di Kabupaten Tanah Datar pada 4-7 Desember 2019. Dalam festival budaya ini akan ditampilkan antara lain Pawai Budaya, Arakan Jamba, Makan Bajamba, dan Pemecahan Rekor MURI untuk Pagelaran Telepong Pacik Terbanyak.  Selain tiga event itu, Sumbar juga resmi meluncurkan 49 event tahun 2019. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Joni Abdul Kasir