BPBD: Dibantu Hujan, 80 Persen Karhutla di Pessel Mulai Teratasi

"Sekitar 75-80 persen boleh dikatakan sudah teratasi dengan diguyur oleh hujan. Dan ini sangat membantu tim gabungan dalam dua hari belakangan"
Petugas gabungan berupaya memadamkan titik api karhutla di Pessel (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hutan Produksi Konversi (HPK) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar sejak Minggu 11 Agustus hingga Kamis 15 Agustus 2019 kemarin telah membuahkan hasil.

Kasi Kedaruratan BPBD Pesisir Selatan, Doni Boy mengungkapkan, upaya pemadaman diperkirakan sudah mencapai hampir 80 persen, dan dikatakan terbantu dengan adanya hujan yang mengguyur sejak Selasa lalu.

"Sekitar 75-80 persen boleh dikatakan sudah teratasi dengan diguyur oleh hujan. Dan ini sangat membantu tim gabungan dalam dua hari belakangan," ungkap Doni Boy kepada KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, saat ini tim gabungan masih tetap waspada, setidaknya sebanyak 30 personel yang terdiri dari BPBD, Polri, TNI dan Kehutanan masih bersiaga.

"Untuk peralatan kita memakai pompa seperti yang biasa dan tambahan LCR BPBD untuk menyeberangi sungai, area harus melewati sungai dan debitnya cukup deras," terangnya.

Lanjutnya, kendati titik api sudah bisa dikatakan padam dan kabut asap masih menyelimuti area yang terbakar sudah mulai berkurang. Dan tim akan bergerak pindah titik yang lain.

"Kabut asap sudah tidak seperti hari Senin kemarin (12/8/2019) yang sangat tebal. Hasil briefing tim untuk hari ini rencana tim melakukan penyiraman lagi pada blok A dan tanggal 17 giat off," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan BPBD, TNI/Polri Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengaku pemadaman di lahan yang terbakar di daerah setempat terus meluas sampai sore hari Senin 12 Agustus 2019 kemarin.

Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan, Doni Boy menyebutkan, lahan yang terbakar memiliki medan yang berat. Selain sulit diakses kendaraan, tim juga terpaksa menyebarangi sungai untuk sampai ke titik api.

"Sampai sore tadi api belum bisa dipadamkan. Dan kondisi terus berpindah-pindah, dari lokasi yang dipadamkan ke lokasi lain," ungkap Doni Boy saat dihubungi ... Baca halaman selanjutnya