Antisipasi ISPA, Tim Gabungan Pemadaman Karhutla di Pessel Bagikan Masker

"dampak Karhutla di daerah ini cukup menimbulkan kabut asap yang mengkhawatirkan"
Personel BPBD Pessel membagikan masker kepada warga. (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Tidak hanya upaya pemadaman, tim gabungan BPBD, Polri, TNI dan kehutanan juga membagikan masker kepada warga sekitar yang terdampak Karhutla di Hutan Produksi Konversi (HPK) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel)-Sumbar.

Pembagian masker ini dilakukan untuk mengantisipasi warga agar tidak terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Karena memang dampak Karhutla di daerah ini cukup menimbulkan kabut asap yang mengkhawatirkan.

"Sebagai antisipasi jangan sampai warga sekitar mengalami ISPA. Sedikit kami menyediakan 20 kotak masker dari BPBD," ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Pesisir Selatan, Doni Boy saat dihubungi KLIKPOSITIF.

Dia menjelaskan, saat ini tim gabungan masih tetap waspada, setidaknya sebanyak 30 personel yang terdiri dari BPBD, Polri, TNI dan Kehutanan masih bersiaga. "Untuk peralatan kita memakai pompa seperti yang biasa dan tambahan LCR BPBD untuk menyeberangi sungai, area harus melewati sungai dan debitnya cukup deras," terangnya.

Lanjutnya, kendati titik api sudah bisa dikatakan padam dan kabut asap masih menyelimuti area yang terbakar sudah mulai berkurang. Dan tim akan bergerak pindah titik yang lain. "Kabut asap sudah tidak seperti hari Senin kemarin. Untuk hari ini rencana tim melakukan penyiraman lagi pada blok A dan tanggal 17 giat off," terangnya.

Sebelumnya, Tim gabungan BPBD, TNI/Polri Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengaku pemadaman di lahan yang terbakar di daerah setempat terus meluas sampai sore hari Senin 12 Agustus 2019 kemarin. Lahan yang terbakar memiliki medan yang berat. Selain sulit diakses kendaraan, tim juga terpaksa menyeberangi sungai untuk sampai ke titik api.

Sesuai data pada Senin 12 Agustus 2019 kemarin, diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektar kurang lebih, yang merupakan lahan gambut di kawasan Hutan Konservasi Produksi (HPK) antara Tapan dan Lunang.

[Kiki Julnasri ... Baca halaman selanjutnya