Kabinet Jokowi Jilid II, Najmuddin: Hanya Menlu yang Pantas Dipertahankan

"Menunjuk siapa yang akan mengisi kursi kabinet menjadi hak prerogratif presiden"
Pengamat politik Unand Najmuddin M Rasul (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebelum mengumumkan kabinet kerja jilid II, Jokowi sudah membocor komposisi yang akan mengisi kabinetnya. Jokowi mengatakan akan mengisi kursi kabinet dengan 55 persen profesional dan 45 persen dari partai politik.

Menunjuk siapa yang akan mengisi kursi kabinet menjadi hak prerogratif presiden.

Pengamat politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul menilai, komposisi kabinet tidak mesti membagi professional dan parpol. Paling penting orang yang mengisi dalam sebuah kabinet memiliki kemampuan managerial, jaringan, entrepreneur serta memahami nilai - nilai Pancasila.

"Memang hak prerogratif presiden, tapi tidak mesti membagi professional dan partai politik, terpenting yang akan mengisi kabinet memiliki kapasitas dan kapabilitas," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat, 16 Agustus 2019.

Dari kacamata Najmuddin, dari sekian banyak kabinet Jokowi jilid I, hanya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang pantas dipertahankan. Alasan, Retno memiliki kapasitas dan kapabilitas dibandingkan menteri lain.

Bahkan nama Susi Pujiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan, Sri Mulyani Menteri Keuangan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tidak begitu mewakili keinginan rakyat Indonesia menurut Kepala Prodi Komunikasi Unidha Padang tersebut.

"Paling layak dipertahankan hanya Menlu. Beliau memiliki kapasitas dan kapabilitas. Sri mulyani pintar saja tapi sering membuat kebijakan mengecewakan masyarakat seperti kenaikan pertumbuhan ekonomi, pajak dan sebagainya," tuturnya.

"Sementara Basuki, pintar saja, kurang mencerminkan kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jalan tol," tambah Najmuddin. (*)