Gubernur: 2.956 Warga Binaan di Sumbar Dapat Remisi

"Dari jumlah tersebut sebanyak 500 warga binaan Lapas Anak Air Padang mendapatkan remisi, dari 779 hunian narapidana di Lapas tersebut"
Penyerahan SK Remisi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada narapidana di Aula Lapas Anak Air Padang, Sabtu, 17 Agustus 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, sebanyak 2.956 warga binaan dari berbagai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Sumbar mendapatkan remisi pada hari Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 500 warga binaan Lapas Anak Air Padang mendapatkan remisi, dari 779 hunian narapidana di Lapas tersebut," ujarnya saat memberikan SK remisi di Aula Lapas Anak Air, Sabtu, 17 Agustus 2019 .

Hadir dalam penyerahan SK Remisi tersebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal, Kepala Biro Humas Sumbar Jasman Rizal, Kakanwil Hukum dan HAM Sumbar, Kepala Lapas Anak Air dan para pimpinan dari Lapas Anak Air serta warga binaan Lapas Anak Air.

Gubernur Sumbar mengatakan, pemberian remisi ini berdasarkan ketentuan perundang-undangan di antaranya pasal 1 ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999, pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, dan pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999.

"Dari total 2956 warga binaan Lapas di Sumbar yang menerima remisi, dari Lapas Anak Air yang berjumlah 779 hunian narapidana yang menerima remisi hanya 500 orang," kata Gubernur Sumbar.

Dalam sambutanya Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan permasyarakatan, tetapi lebih dari itu remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan yang berhasil menunjukan perubahan perilaku, kualitas dan kompetensi diri.

Melalui remisi ini diharapkan seluruh warga binaan agar selalu patuh dan taat pada hukum dan norma, sebagai bentuk tanggungjawab baik pada Tuhan Yang Maha Esa maupun pada sesama manusia.

Kondisi Lapas yang kelebihan penghuni di atas 100 persen bisa menjadi sumber permasalahan, untuk itu kelebihan kapasitas huni tidak lagi sebagai kelemahan, tetapi harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi kekuatan ... Baca halaman selanjutnya