55 Warga Binaan Rutan Talu Dapat Remisi Kemerdekaan, Tiga Orang Bebas

Plt Bupati Pasaman Barat, Yulianto saat memimpin memberikan remisi terhadap narapidana di Rutan Talu (
Plt Bupati Pasaman Barat, Yulianto saat memimpin memberikan remisi terhadap narapidana di Rutan Talu ( (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 55 orang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Talu, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendapatkan remisi di momen hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 Tahun, pada Sabtu (17/8/2019).

"Setiap warga binaan mendapatkan remisi yang berbeda-beda, mulai dari berkisar satu hingga tiga bulan pemotongan pidana. Bahkan tiga diantaranya langsung bebas," ucap Plt Bupati Pasbar Yulianto, usai memimpin pemberian remisi.

Disisi lain Yulianto mengungkapkan, di Pasaman Barat angka kriminalitas dan perkara cukup tinggi. Sehingga setiap perkara yang diputuskan, secara otomatis menambah jumlah warga binaan di Rutan Talu.

Baca Juga

Sementara, kapasitas Rutan Talu sudah mengalami over kapasitas. Sedangkan Rutan Talu seyogyanya hanya bisa menampung cuma puluhan narapidana. Namun kenyataan, jumlah narapidana tidak sebanding dengan tempat menjalani masa tahanan.

Akibatnya, banyak masalah yang mulai bermunculan, seperti masalah tempat ruang gerak dan kesehatan warga binaan. Kesehatan warga binaan harus jadi perhatian pertama.

Sehingga kita dari Pemkab Pasbar berinisiatif, memberikan bantuan sesuai aturan dan kewenangan terutama dalam kesehatan. Selain itu, para warga binaan juga diberikan pembinaan sosial melalui dinas terkait, agar warga binaan bisa lebih baik kedepannya.

"Meski Rutan Talu terlalu sempit dengan jumlah warga binaan yang ada, namun kondisi kebersihan rutan sangat baik. "Semoga warga binaan bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik selama menjalani masa tahanan, sehingga dapat kembali kekeluarga dan masyarakat," pinta Yulianto.

Sementara Kepala Rutan Talu Nofrizal menjelaskan, permasalah over kapasitas dan membludaknya jumlah warga binaan di rumah tahanan talu harus menjadi perhatian bersama.

Pasalnya, hingga hari ini over kapasitas rutan mencapai 300 persen dari kapasitas idealnya. Idealnya rutan talu hanya bisa menampung sebanyak 48 orang warga binaan," jelasnya.

Namun kenyataannya, jumlah warga binaan yang ada saat ini telah mencapai 119 orang warga binaan. "Kami terus berfikir untuk mensiasati ruangan yang ada untuk menampung warga binaan itu," ungkapnya.

"Ya, seperti memaksimalkan tempat dengan terpaksa disetiap kamar membuat tempat tidur bertingkat. Agar warga binaan dapat tidur lebih nyenyak dan tidak berdesakan," terangnya.

Dia mengaku, masalah over kapasitas sudah menjadi masalah umum. Namun berkat kerjasama dengan beberapa pihak, kondisi yang ada diupayakan bisa dijadikan semaksimal mungkin," tutupnya. [Irfan Pasaribu]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri