Peringatan International Youth Day, BKKBN: Penanganan Masalah Penduduk Kita Mulai dari Remaja

"remaja memiliki peran yang penting dalam pembangunan dan program kependudukan karena baik itu di Indonesia dan di dunia, remaja memiliki populasi yang cukup besar di antara usia penduduk lainnya."
(KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF- Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN Perwakilan Nofrijal mengungkapkan bahwa penanganan masalah penduduk dimulai dari remaja.

Ia menjelaskan bahwa remaja memiliki peran yang penting dalam pembangunan dan program kependudukan karena baik itu di Indonesia dan di dunia, remaja memiliki populasi yang cukup besar di antara usia penduduk lainnya.

"Populasi remaja berjumlah hingga 30 persen dari jumlah penduduk, karena itu BKKBN memulai penanganan masalah penduduk dimulai dari remaja," kata Nofrijal dalam kegiatan Promosi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) pada "Hari Remaja Internasional” dengan tema “Its Time to Action And Achievement Of Young di Pantai Muaro Lasak Padang, Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa remaja memiliki potensi yang besar untuk kemajuan bangsa dan sebaliknya malah dapat menjadi malapetaka jika tak dikelola dengan baik.

Dijelaskannya, BKKBN bersama Kementrian yang terkait saling berkoordinasi dalam bidang pengelolaan SDM terutama remaja. Dalam penanganan hal tersebut lanjutnya, BKKBN mendapat tugas untuk menangani permasalahan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Bonus Demografi yang akan datang.

Di sisi lain, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sumbar Syafruddin mengungkapkan bahwa BKKBN ingin lebih meningkatkan sosialisasi program GenRe atau Generasi Berencana. Yaitu, program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, yakni untuk perempuan usia 21 tahun, dan untuk laki-laki 25 tahun.

"Hasil yang ingin kita capai bersama dalam kegiatan ini yakni semua remaja punya konsep, pemahaman pendewasaan usia perkawinan dengan terencana dan terukur sehingga para remaja akan mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai ... Baca halaman selanjutnya