Musnahkan BB Narkoba, Polda Sumbar Memblender Sabu dan Bakar Ganja

"Ini hasil penangkapan kami pertengahan tahun 2019, kami ungkap dari beberapa TKP"
Polisi musnahkan sabu di hadapan tersangka (Halbert/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat musnahkan Barang Bukti (BB) sebanyak 23,8 kilogram narkoba di Lantai Lima Mapolda Sumbar, Senin 19 Agustus 2019.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Makmun menyebutkan, BB tersebut terdiri dari 17 kilogram ganja dan 6,8 kilogram sabu. Barang haram tesebut diamankan dari lima orang tersangka di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) hasil pengungkapan narkoba pada bulan lalu.

“Ini hasil penangkapan kami pertengahan tahun 2019, kami ungkap dari beberapa TKP,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus pengungkapan tersebut sudah masuk tahap satu dan siap dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Negeri.

“Untuk kelanjutannya, nanti kami lihat bagaimama perekembangannya lebih lanjut. Yang jelas, pemusnahan barang bukti ini merupakan amanah undang-undang,” lanjutnya.

Pemusnahan narkotika jenis sabu dimusnahkan dengan cara diblender, sedangkan barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan barang bukti itu berasal dari kasus pertama yang ditangkap di pinggir jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Parit Malintang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Senin 1 Juli 2019 lalu.

Narkoba itu didapatkan dari OF (27) merupakan warga Pakan Kurai, Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Dari pelaku, diamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,99 kilogram.

Lalu pihaknya melakukan pengembangan lebih janjut dari tersangka dengan inisial OF yang mengaku sabu tersebut didapatkan dari rekannya yang berada di Pekanbaru.

Setelah dilakukan pemburuan, Polda Sumbar kembali mengamankan JM (29) ditangkap di kediamannya, di Jalan Teratai, Sukajadi, Kota Pekanbaru dan didapati sabu seberat 4,838 kilogram.

Tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman ... Baca halaman selanjutnya