Kapal Pukat Harimau Kembali Marak di Pessel

"Namun, hingga saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah."
Masyarakat Muaro Kandis Punggasan membakar kapal pukat harimau tahun 2018 lalu (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Aktivitas kapal pukat harimau mini mulai kembali marak di perairan Muaro Kandis Punggasan, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel)-Sumbar.

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF, aktivitas ini mulai terpantau marak sejak Sabtu 17 Agustus 2019 lalu. Hingga Senin 19 Agustus 2019, masih tetap terpantau dan beraktivitas di sekitaran pantai tersebut.

Ketua Gerakan Anak Nagari Muaro Kandis Punggasan, Eko Irwan membenarkan  kondisi ini sudah berulangkali terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah.

"Hari ini kami hanya bisa memantau. Karena dari pemerintah sendiri sampai sekarang tidak ada ketegasan," ungkap Eko Irwan saat dihubungi KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, hari ini sedikitnya ada sekitar 16 sampai 17 kapal pengguna pukat harimau mini yang terpantau terus menjarah hasil laut tersebut. Diduga, kapal pukat harimau itu dioperasikan oleh nelayan setempat.

"Untuk mencegah secara langsung kami sudah bosan. Sebab, hampir setiap hari," jelasnya.

Melihat kondisi saat ini, Eko Irwan meminta pemerintah untuk berlaku tegas. Sebab, aturannya sudah ada, tapi mengapa juga tidak ada tindakan.

"Untuk apa ada peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. Jika tidak hapuskan saja," terangnya.

Ia menambahkan, hampir setiap hari ditemui pukat beroperasi diperairan Muaro Kandis. Kondisi ini membuat nelayan tradisional resah dan sulit untuk mencari ikan di lautan.

"‎Sementara pemerintah seolah tak berdaya ketika menindaknya," tutup Eko Irwan.

Selain Pemkab, laporan ini sebelumnya sudah disampaikan kepada Polsek setempat. Bahkan ke DPRD setempat, tapi juga belum ada tindakan.

"Kami sudah bosan dengan ulah aktivitas illegal. Kalau benar ada, kami berharap pemerintah bisa bertindak tegas," tutupnya.

(Kiki Julnasri)