Pembukaan SAF 2019 Memukau, Gubernur Sumbar Bertahan Hingga Acara Usai

"Usai memberikan sambutan Irwan Prayitno tampak bertahan, biasanya jika IP Band (Grup musik Irwan) tidak terlibat dia akan bergegas pamit, berbeda tadi malam, walaupun sudah ditinggalkan istrinya Nevi Zuairina yang dulu pamit ia tetap bertahan"
Penampilan saat pembukaan Silek Art Festival 2019 di Taman Budaya Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )
pertunjukan. 

Setelah pementasan kedua berakhir, dilanjutkan dengan peninjauan 40 karya seni rupa di galeri taman budaya sekitar 20 meter dari panggung kedua. Selesai peninjauan dilanjutkan dengan wawancara dengan awak media yang meliput kegiatan tersebut. 

"SAF sebagai upaya melestarikan, menjaga dan memelihara serta menggairahkan silek kembali," ujar Irwan.

Dijelaskannya, selain melestarikan, agenda besar dari SAF adalah menjadikan silek sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda atau Intangible Cultural World Heritage oleh UNESCO.

"Insyaallah November ini ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda di Colombia," jelasnya.

Selain itu, SAF juga bertujuan untuk memperkaya literatur silek yang terbilang sangat kurang terpublikasikan sejak dulu. "Jadi dari kegiatan ini akan lahir buku khusus silek, terkait jurus silek, aliran, asal dan lainnya," ungkap Irwan.

Sementara itu, Sekjen Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini menyampaikan SAF bagian dari kegiatan Indosiana yang melestarikan kebudayaan dengan melibatkan masyarakat dan menjadi milik masyarakat.

"Dua tahun berjalan SAF melibatkan dan memberikan ruang kepala komunitas kesenian mengekspresikan diri serta menjadikan silek menjadi milik publik dan Inklusif," ujarnya. (*)