Nelayan Lampara Dasar di Kampung Wagub Sumbar Bandel, Yosmeri: Kami Tangkap dan Penjarakan

"Kami akan tangkap dan jebolkan ke penjara. Tak ada lagi dispensasi, kami sudah cukup sabar"
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengaku geram dengan ulah nelayan yang tidak bisa diajak kompromi tersebut. Pasalnya DKP Sumbar sudah memberikan alternatif dengan mengganti alat tangkap secara gratis kepada nelayan tersebut namun ditolak.

Pemilik Pukat Harimau kebanyakan berasal dari Muaro Air Haji yang merupakan kampung Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Tegas, Yosmeri mengungkapkan akan menangkap pemilik Pukat Harimau tersebut dan akan memproses hukum.

"Kami akan tangkap dan jebolkan ke penjara. Tak ada lagi dispensasi, kami sudah cukup sabar," ujarnya, Selasa, 20 Agustus 2019.

Makin geram lagi, Pukat Harimau seperti main kucing-kucingan dengan kapal pengawas laut DKP. Saat kapal personil pengawas laut menyisiri wilayah tangkapan (Perairan Muaro Kandis Punggasan) aktivitas Pukat Harimau berhenti. Namun setelah kapal pengawas pergi mereka mulai lagi.

"Mereka (Pukat Harimau) kebanyakan dari Muaro Air Haji. Berbagai upaya telah kami lakukan hingga membuat perjanjian wilayah tangkapan hingga memberikan bantuan alat tangkap tapi selalu dilanggar," kesalnya.

Yosmeri membeberkan, sejak aktivitas Pukat Harimau meresahkan sudah ada yang ditangkap dan diproses hukum bahkan kapal mereka dilelang sebagai efek jera. Namun tetap saja tidak membuat mereka takut.

"Sekarang kami tangkap dan hukum sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya saat akhir puasa tahun ini, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sudah berkali-kali mengingatkan nelayan setempat untuk tidak menggunakan alat tangkap lampera dasar tersebut. Bahkan orang nomor dua di Pemprov Sumbar itu mengaku bosan mendengar persoalan itu keitu saja.

"Tolonglah, jangan masalah ini terus yang kami urusi. Saya bosan laporan masuk itu selalu soal pukat harimau," ungkapnya saat itu di Masjid Dakwatul Iman Labuhan Tanjak Air Haji Pesisir Selatan.

Untuk diketahui, aktivitas kapal pukat harimau mini ... Baca halaman selanjutnya