Sebanyak 50 Keluarga di Payakumbuh Dinyatakan Lulus dari PKH

"Setiap triwulannya kita selalu melakukan verifikasi dan validasi data. Dan sampai Juli tercatat sebanyak 50 orang dinyatakan lulus atau graduasi dan tidak lagi tercatata sebagai PKH"
Sekretaris Dinsos Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sepanjang 2019 Dinas Sosial (Dinsos) Kota Payakumbuh mencatat sebanyak 50 orang telah tergraduasi atau lulus dan tidak lagi termasuk sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program keluarga harapan (PKH).

"Setiap triwulannya kita selalu melakukan verifikasi dan validasi data. Dan sampai Juli tercatat sebanyak 50 orang dinyatakan lulus atau graduasi dan tidak lagi tercatata sebagai PKH," kata Sekretaris Dinsos Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto ketika ditemui di ruangannya, Selasa (20/8) sore.

Dia menyebut, untuk penentuan graduasi dilakukan melalui mekanisme musyawarah kelurahan yang menghadirkan unsur masyarkat, RT/RW, dan tokoh masyarakat sekitar.

"Secara pendekatan kita selalu menyampaikan, bagi mereka yang sudah mampu agar bisa keluar dari basis data terpadu program bantuan dan penanggulan kemiskinan. Memang secara umum untuk bantuan masyarakat tetap berharap untuk bisa sebagai penerima," jelasnya.

Dijelaskannya, sepanjang 2019 total dana PKH yang diterima Kota Payakumbuh adalah sekitar Rp15,99 miliar yang dibagikan setiap triwulan kepada KPM.

"Sampai saat ini kita sudah membagikan untuk tiga triwulan, triwulan pertama diserahkan pada Januari, triwulan kedua April, triwulan ketiga Juli. Untuk triwulan terakhir akan diserahkan September nanti," katanya.

Dijelaskannya, setiap KPM menerima bantuan beragam, tergantung berbagai persyaratan lain yang dipenuhi keluarga tersebut. Untuk bantuan tetap jumlahnya Rp500 ribu pertahun.

Selanjutnya ada bantuan untuk KPM yang ada ibu hamilnya akan mendapat bantuan sebesar Rp2,4 juta pertahun, untuk lansia Rp2,4 juta pertahun, disabilitas Rp2,4 juta pertahun, anak yang bersekolah di SD menerima bantuan Rp99 ribu pertahun, anak SMP Rp1,5 juta pertahun, anak SMA Rp2 juta pertahun, anak usia dini Rp2,4 juta pertahun.

"Jadi besaran PKH yang diterima tergantung kompenen yang ada di KPM tersebut," jelasnya. (*)