Dharmasraya Ingin Luruskan Sejarah dan Berkontribusi dalam Membangun Nilai Persatuan Indonesia

"Kita ingin meluruskan sejarah ekspedisi Pamalayu lewat festival ini, sekaligus mengokohkan kontribusi Dharmasraya dalam membangun nilai persatuan Indonesia"
Bupati Kabupaten Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan (KLIKPOSITIF/Khadijah)

KLIKPOSITIF - Sutan Riska Tuanku Kerajaan sudah mengutarakan niatnya untuk menggelar festival Pamalayu di hadapan awak media di Padang Senin (19/8/19) dalam sebuah acara jumpa pers di hotel ternama. Pemimpin Dharmasraya itu bertekad untuk memberikan sumbangsih kepada negara dalam membangun nilai persatuan Indonesia.

"Kita ingin meluruskan sejarah ekspedisi Pamalayu lewat festival ini, sekaligus mengokohkan kontribusi Dharmasraya dalam membangun nilai persatuan Indonesia," kata Bupati Sutan Riska. Saat itu Bupati Sutan Riska didampingi Direktur Langgam institut Pandong Spenra, SH, Kadis Parpora Sutan Hendri, S.Ikom dan Kabag Humas Budi Waluyo, S.PKP dan sejumlah pejabat teras Pemkab Dharmasraya.

Menurut bupati dari kalangan milenial ini, ekspedisi Pamalayu bukan merupakan bentuk invasi militer dari tanah Jawa ke Sumatra. Namun ekspedisi Pamalayu justeru upaya dari Tanah Jawa untuk membangun persatuan dengan Sumatera dalam rangka menghadapi ancaman dari bangsa mongol pada saat itu. Jejak sejarah yang ditinggalkan adalah berupa arca amoghapasa dan arca bairawa tertinggi di Asia Tenggara yang kini disimpan di musium Nasional. "Itu dahulu ditemukan di Dharmasraya," terang bupati yang juga Rajo Koto Besar ini.

Itulah sebabnya, politisi PDI P itu ingin festival Pamalayu ini menggema ke seluruh nusantara. Caranya dengan menyelenggarakan launcing festival di Musium Nasional Jakarta dalam bentuk seminar sejarah ekspidisi Pamalayu. "Saya juga mengundang tokoh tokoh Dharmasraya untuk menyaksikan sekaligus mengikuti acara peluncuran festival Pamalayu," kata bupati pemegang satya lencana pembangunan dari negara ini.

Dengan demikian Kabupaten Dharmasraya tidak saja dikenal di Sumatera Barat, juga dikenal secara nasional bahkan mancanegara, sebagai salah satu tonggak sejarah persatuan Indonesia. "Kita ingin sejarah ini diukir dalam simbul simbuk kesejarshan yang dibangun di Dharmasrsya. Ada ... Baca halaman selanjutnya