Kabut Asap Mengancam Sumbar, Dinas Kehutanan Terus Antisipasi Karhutla

Kebakaran lahan di Kabupaten Sijunjung
Kebakaran lahan di Kabupaten Sijunjung (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kabut asap terus terpantau beberapa minggu belakangan di sebagai wilayah di Sumatera Barat (Sumbar). Kabut asap terpantau di Kota Padang dan Kabupaten Agam begitu juga daerah lain.

Belum diketahui secara pasti asal dari kabut asap tersebut, namun beberapa minggu belakang memang terjadi kebakaran di beberapa titik seperti di Kota Padang, Pesisir Selatan dan Sijunjung.

baca juga: Kebakaran Lahan Terjadi di Palupuah Agam

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengatakan, potensi kebakaran hutan di Sumbar sangat besar, apalagi dari rentan waktu Agustus hingga September ini cuaca sangat panas menurut BMKG sehingga berpeluang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

"Untuk itu kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan membuat api unggun. Kemudian, membuang bekas puntung rokok sembarangan karena hal itu dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," katanya, Rabu (21/8).

baca juga: 12 Hektare Lahan Sawit di Agam Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan

Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan memang terjadi disebabkan kesengajaan dan ketidaksengajaan. Tetapi, ini yang terus dilakukan pencegahan dengan cara pendateksi dini kebakaran, pihaknya telah memiliki Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Brigade dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai perpanjaganan tangan di lapangan. Jika terjadi kebakaran, unit ini langsung bergerak melakukan pemadaman serta memberikan laporan.

"KPH, Brigade dan MPA sebagai perpanjangan tangan provinsi disetiap di wilayah pengelolaan hutan. Mereka sangat membantu pemerintah jika tiba-tiba peristiwa yang tidak inginkan itu terjadi," ulasnya.

baca juga: 5 Hektare Lahan Sawit Terbakar di Pasbar, Petugas Kesulitan Padamkan Api

kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kota Padang, tepatnya di Bukit Nobita, Selasa malam (21/8) pihaknya bersama Pemko Padang telah melakukan pemadaman langsung, dan kondisinya api yang membakar telah padam. Sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Sijunjung.

"Saat menerima info tersebut kita langsung ke lokasi dan melakukan pemadaman dengan cara manual, sebab lokasi kebakaran berjarak 2km di atas perbukitan," katanya. 

baca juga: Dekati Pemukiman, Kebakaran Lahan di Agam Berhasil Diatasi

Sementara itu, sepanjang 2019 titik hotspot di Sumbar dibandingkan tahun 2018 lebih jauh berkurang. 

"Jauh berkurang dari tahun lalu, namun ada beberapa titik api yang masih ada terpantau, diantaranya Pesisir Selatan, Sijunjung dan itu pun telah padam. Sebab, prinsip kita jika ada titik api akan dilakukan pengecekan segera," pungkasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir