BLK Padang Gelar FGD Pemetaan Potensi Usaha Kreatif di Padang

"Pemetaan usaha kreatif ini dilakukan di lima kota yaitu Solo, Banyuwangi, Medan, Kendari, dan Padang."
FGD di BLK Padang. (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Balai Latihan Kerja (BLK) Padang bekerjasama dengan Talent Hub menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) untuk memetakan potensi usaha kreatif di Kota Padang.

Hadir dalam FGD pihak pemerintah seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, akademisi dari Unand dan UNP, serta praktisi dari Padang Creative City Forum (PCCF).

Jenny dari Talent Hub, mengatakan, pemetaan usaha kreatif ini dilakukan di lima kota yaitu Solo, Banyuwangi, Medan, Kendari, dan Padang.

"Pemetaan penting dilakukan karena di tiap daerah berbeda potensinya," ujarnya. Jenny juga mengatakan, pemetaan akan menemukan potensi yang akan dikembangkan.

Di Indonesia, sebutnya, tenaga kerja non-formal lebih banyak jumlahnya, sekira 86 juta orang. Sementara yang bekerja di sektor formal sekira 50 juta orang.

Artinya, sektor non-formal tumbuh dengan baik. "Di Sumbar, sebutnya, sektor non-formal seperti UMKM jadi penggerak perekonomian. Nah, ke depan, tinggal dipikirkan caranya bagaimana UMKM ini naik kelas," ujarnya.

Syahendri Barkah dari Bappeda Padang, mengatakan, dari riset yang dilakukan, setidaknya ada lima sektor kreatif yang bisa dikembangkan di Kota Padang yaitu kuliner, seni kriya, film animasi video, fotografi, dan fashion.

"Sektor ini masih berpotensi luas untuk dikembangkan di Kota Padang, bahkan Sumbar," ujarnya.

Kepala BLK Padang, Syamsi Hari, mengatakan, lembaganya siap memfasilitasi tumbuhnya usaha kreatif dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

"Yang terbaru kami baru saja membuka kelas akting," ujarnya. Bukan tidak mungkin, sebutnya, ke depan juga akan dibuka kelas-kelas lainnya yang mendukung tumbuhnya usaha kreatif. (*)