BPBD Pessel: Tidak Ada Hot Spot Terdeteksi Sejak 17 Agustus

"pada 17 Agustus lahan yang terbakar sudah berkurang mencapai 85 hingga 90 persen dari sejak diketahui terbakar pada Sabtu 10 dan 11 Agustus lalu."
Petugas gabungan memadamkan api (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah setempat sudah tidak terpantau lagi sejak 17 Agustus 2019.

Kasi Kedaruratan BPBD Pesisir Selatan, Doni Boy mengatakan, pada 17 Agustus lahan yang terbakar sudah berkurang mencapai 85 hingga 90 persen dari sejak diketahui terbakar pada Sabtu 10 dan 11 Agustus lalu.

"Saat terakhir kami balik kanan tanggal 17 lalu, pemadaman sudah 85 sampai 90 persen. Dan sampai saat ini belum ada lagi laporan lanjutan," sebut Doni Boy kepada KLIKPOSITIF.

Selain mengerahkan personel dan peralatan dari tim gabungan, proses pemadaman juga dibantu turunnya hujan di wilayah sekitar.

"Saat itu, hujan turun secara berturut selama tiga sampai empat hari, dan titikpun sudah hilang. Jadi sejak 17 Agustus kami balik kanan," terangnya.

Lanjutnya, kendati dikatakan sudah padam, namun, BPBD dan bersama tim gabungan terkait tetap melakukan koordinasi dan monitoring Karhutla di daerah itu.

"Sampai detik ini, dari pihak tim belum ada menghubungi kami. Dan laporan dari lapangan juga belum ada. Dari hotspot-pun, sudah tidak ada sama sekali atau sudah hilang (titik api)," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan BPBD, TNI/Polri Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengaku kebakaran lahan di daerah setempat terus meluas sampai sore hari Senin 12 Agustus 2019 lalu.

Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan, Doni Boy menyebutkan, lahan yang terbakar memiliki medan yang berat. Selain sulit diakses kendaraan, tim juga terpaksa menyebarangi sungai untuk sampai ke titik api.

Sesuai data hari Senin 12 Agustsus 2019, diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai hingga 50 hektar kurang lebih, yang merupakan lahan gambut di kawasan Hutan Konservasi Produksi (HPK) di Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Lunang.

(Kiki Julnasri)