Sulawesi Utara Belajar Pengelolaan Hutan Mangrove ke Pariaman

"Disini kami juga melihat keikutsertaan dari pemuda dan masyarakat yang mengembangkan buah mangrove menjadi komudity yang mempunyai nilai ekonomis"
(Ist)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Dinilai berhasil dalam pengelolaan Hutan Mangrove, Pemerintahan Kota Pariaman dapat kunjungan resmi dari Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (22/8/2019).

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Dedi Abdul Hamid, mengatakan pihaknya datang untuk mempelajari terkait pengelolaan Hutan Mangrove.

"Jika dibandingkan luas Hutan Mangrove, Sulawesi Utara, tentu jauh lebih luas. Namun perihal pengelolaan, kami patut belajar dari Kota Pariaman," kata Wakil Bupati dari Sulawesi Utara itu, Kamis 22 Agustus 2019.

Dikatakannya, untuk itulah mereka datang, ingin belajar bagaimana agar hutan mangrove yang lebih besar dan luas dapat termaksimalkan dengan baik.

"Disini kami juga melihat keikutsertaan dari pemuda dan masyarakat yang mengembangkan buah mangrove menjadi komudity yang mempunyai nilai ekonomis", tutupnya.

Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar mengajak rombongan dari pulau Sulawesi tersebut untuk melihat dan belajar secara langsung bagaimana pengelolaan mangrove yang ada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara.

Terkait itu semua, saat ditemui pada Jumat (23/8), di Kantor Wali Kota Pariaman, Genius mengutarakan perihal pertemuan mereka.

"Hutan Mangrove yang ada di Kota Pariaman ini hanya sedikit, jauh lebih besar hutan mangrove yang ada di Bolaang Mongondow Selatan, tetapi kami menjadikan tempat ini sebagai ecotourism yang banyak didatangi pengunjung dan wisatawan", sebut Genius Umar, Jumat 23 Agustus 2019.

Pemko Pariaman juga menggandeng komunitas pemuda, dimana dalam hal ini komunitas Tabuik Diving Club (TDC) yang sangat konsen dalam hal pelestarian lingkungan, baik penyu, terumbu karang dan Mangrove.

"Kita juga didukung oleh Pertamina dengan membangun tracking Mangrove sepanjang 100 meter, sehingga menambah cantik destinasi wisata ini", tukasnya.

"Pihak Desa dan masyarakat juga banyak terlibat dengan membuat ... Baca halaman selanjutnya