BNNK Nilai Peredaran Narkoba di Pasbar Memprihatinkan, Solusi Ini Jadi Harapan

"jika dinyatakan sebagai daerah darurat narkoba, tentu harus memiliki tolak ukur dari lembaga survey. Akan tetapi sebagai daerah maraknya peredaran narkoba, iya"
Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effennry. (KLIKPOSITIF/ Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat menilai peredaran gelap di daerah itu sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius bagi semua kalangan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effennry kepada KLIKPOSITIF pada Jumat (22/8) di ruang kerjanya.

Menurut Irwan, peredaran narkoba sangat marak di Kabupaten Pasaman Barat. Namun belum bisa dipastikan sebagai daerah darurat narkoba.

"Sebab, jika dinyatakan sebagai daerah darurat narkoba, tentu harus memiliki tolak ukur dari lembaga survey. Akan tetapi sebagai daerah maraknya peredaran narkoba, iya," sebutnya.

Hal itu dibuktikan, sejak berdirinya di maret 2018 lalu, BNN Pasaman Barat hingga saat ini sudah melakukan 9 kasus penangkapan terhadap bandar dan kurir narkoba. Tentu berdasarkan itu saya bisa memastikan bahwa Pasaman Barat marak peredaran narkoba.

"Itu baru dilakukan oleh pihak BNN, belum lagi yang dilakukan oleh pihak kepolisian daerah ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, perederan jenis narkoba yang paling banyak hanya dua, yakni Narkoba jenis ganja dan sabu. Rata-rata usia korban narkoba ini, dari kalangan usia 18 hingga 40 tahun.

Namun untuk tingkat pemakai narkoba jenis sabu didominasi oleh kaum pelajar. Hal itu dia dapat dari hasil pengakuan para bandar yang ditangkapnya.

Untuk itu, pihaknya sejauh ini terus melakukan pencegahan melalui secara sosialisasi tatap muka ke perusahaan, masyarakat dan pelajar. Tindakan lainnya seperti tes urin, tindakan prefentif dan rehabilitasi.

Sedangkan untuk rehabilitasi, sampai saat ini sudah sebanyak 23 orang direhabilitasi. Kebanyakan korban yang direhabilitasi mendaftarkan diri dan ada juga yang diantar langsung oleh pihak keluarga.

"Semua biaya pengobatan tidak dipungut biaya, artinya diberikan secara gratis," ungkapnya.

"Jangan takut untuk direhabilitasi, dijamin semua data korban akan ... Baca halaman selanjutnya